Destinasi Seni dan Budaya Sumatera

Menggali Ingatan di Museum Tsunami Aceh

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tahun 2004, gelombang besar menerjang sejumlah wilayah di Aceh. Bencana itu menjadi sebuah memori kelam bagi masyarakat dunia. Untuk mengenang peristiwa tersebut, sebuah bangunan didirikan di Kota Banda Aceh, yakni Museum Tsunami Aceh. Didirikan pada tahun 2009, museum ini menyimpan ingatan dan informasi mengenai bencana besar yang pernah melanda daerah tersebut.

Bangunan museum
Image credit: Kevin Matheny (flickr.com)

Berlokasi di Jalan Sulthan Iskandar Muda, nampak bangunan Museum Tsunami Aceh dirancang mirip dengan sebuah perahu besar. Dari luar, kita dapat melihat ornamen-ornamen yang direkonstruksi dari budaya tradisional. Bentuknya pun dibuat seperti rumah panggung tradisional Aceh. Untuk masuk ke dalamnya, kita perlu membeli tiket seharga Rp 3.000 untuk orang dewasa, Rp 2.000 untuk anak-anak, pelajar, dan mahasiswa, dan Rp 10.000 untuk turis asing.

Memorial Hall

Pertama kali memasuki Museum Tsunami, kita akan diajak masuk ke area Tsunami Alley yang membawa kita mengingatkan kembali tentang bencana tsunami. Dengan lorong gelap berdinding sempit, kita dapat berjalan di antara air terjun dengan suara gemuruh airnya menggambarkan bagaimana rasanya terjebak di dalam ombak besar. Sayup-sayup suara dzikir membuat suasana semakin mendebarkan.

Museum Tsunami Aceh
Image credit: leckernapfkuchen (flickr.com)

Koridor tersebut menggiring kita ke area bawah tanah Museum Tsunami Aceh yang disebut dengan Memorial Hall. Di ruangan ini terdapat layar-layar yang memperlihatkan potongan-potongan video ketika peristiwa tsunami melanda. Tayangan pada layar itu pun menampilkan situasi pasca terjadinya tsunami, ketika bantuan-bantuan datang dari berbagai negara.

Blessing Chamber

Bergeser ke ruangan di sampingnya, sampailah kita ke ruangan yang bernama Blessing Chamber. Bentuk ruangan ini seperti sebuah sumur gelap yang tinggi. Pada ruangan ini kita akan menemukan ribuan nama-nama korban Tsunami Aceh 2004. Langit-langit ruangan ini sangat tinggi, jika kita melihat ke bagian atas, terdapat lingkaran cahaya dengan lafaz “Allah”. Cahaya tersebut menjadi simbol atas kuasa Illahi atas peristiwa yang pernah melanda.

Museum Tsunami Aceh
Image credit: leckernapfkuchen (flickr.com)

Keluar dari Blessing Chamber, kita akan menuju Atrium of Hope. Ruangan tersebut merupakan jantung Museum Tsunami Aceh. Bentuknya seperti sebuah jembatan di atas air, mengarah ke lantai atas. Di atrium ini pun digantungkan bendera negara-negara yang membantu sumbangsih ketika tsunami melanda Aceh.

Museum Tsunami Aceh
Image credit: leckernapfkuchen (flickr.com)

The Hill of Light

Pada lantai atas Museum Tsunami Aceh, terdapat ruangan yang menampilkan panel-panel berisikan informasi mengenai Tsunami Aceh 2004. Ditampilkan juga artefak-artefak berupa puing dan barang yang ditemukan pasca bencana, seperti helikopter, sepeda, motor, dan kitab. Ada pula maket yang menggambarkan kota sebelum dan sesudah gelombang besar melanda.

Helikopter
Image credit: leckernapfkuchen (flickr.com)

Di ruangan lantai ini, kita juga akan mendapatkan edukasi terkait mitigasi bencana melalui tayangan video yang menggambarkan simulasi bencana tsunami dan gempa bumi. Bagian rooftop bangunan Museum Tsunami Aceh pun dirancang sebagai escape roof, yakni area evakuasi jika terjadi bencana banjir atau tsunami di kemudian hari.

 

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.