Destinasi Internasional

Tangga Joker Mendadak Jadi Destinasi Screen Tourism

Pinterest LinkedIn Tumblr

Hampir memasuki pekan ke 4 sejak penayangan perdananya pada tanggal 2 Oktober 2019. DC Supervillain ini, Joker, masih merajai puncak tangga Box Office. Semua yang mengagumi film satu ini pun masih terkena “Joker Fever”. Mulai dari isu kesehatan mental yang dibahas, magnet dari kedua aktor kawakannya yakni Joaquin Phoenix dan Robert DeNiro, hingga tangga ikonik satu ini.

Jika kamu teringat salah satu adegan dimana Arthur Fleck menjadi salah satu tamu di talk show Murray Franklin. Fleck menari-nari diiringi Gary Glitter “Rock and Roll part 2”, dengan riasan badut dan menuruni tangga sebelum dikejar-kejar oleh dua polisi. Mungkin kamu akan langsung menyadari tangga satu ini, tak heran juga tangga ini kini menjadi spot screen tourism.

Jika kamu bertanya-tanya, di mana sih tangga ‘Joker’ itu? Tangga ini menghubungkan dua jalan di Bronx, New York. Tepatnya menghubungkan jalan Shakespeare dan Anderson di West 167 Street, The Bronx. Spot satu ini mendadak tenar ini pun menjadi ramai sebagai objek foto para turis.

Tangga Joker yang berada di Bronx, New York (instagram.com/behindthescenesnyc)

Sebenarnya, dengan tenarnya tangga ini, citra buruk dari daerah Bronx pun seketika hilang. Pasalnya, melansir CNN, daerah Bronx dikenal sebagai kawasan dengan tingkat kriminalitas tinggi. Walaupun, Bronx sendiri sudah dinyatakan aman dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang. Kini, Bronx pun mulai diramaikan dengan para fans film Joker, para pecinta DC Comics, atau pecinta screen tourism untuk sedikitnya mengabadikan momen di “Joker Stairs” ini.

Ketenaran yang Kontra Dengan Warga Setempat

Ketenaran “Joker Stairs” membuat warga lokal terganggu (instagram.com/gothamist)

Walaupun besar juga dampak yang ditimbulkan dari film Joker bagi kawasan Bronx. Namun tidak sedikit pula warga lokal setempat merasa terganggu dengan wisatawan yang berbondong-bondong berfoto di tangga ini. Melansir Gothamist, warga setempat merasa turis yang mengambil kesempatan berfoto di tangga tersebut telah memperlakukan warga setempat dan komunitasnya tidak sopan.

Bahkan salah satu warga setempat, Jonathan Francis mengatakan jika dia berharap fenomena ‘Tangga Joker’ ini segera berakhir. Pasalnya, Francis merasa Bronx tidak butuh ketenaran dan warga setempat merasa tidak dihargai. Francis mengatakan banyak warga merasa tidak nyaman dengan banyaknya orang berfoto di tangga saat jam-jam warga setempat bekerja dan bersekolah.

Sekilas Mengenai Film Joker

Secara garis besar, Joker ini menceritakan pria bernama Arthur Fleck yang bekerja sebagai badut dan tinggal bersama ibunya di kota Gotham. Fleck sendiri menderita Pathological laughter and crying atau disebut juga sebagai Pseudobulbar affect yang membuatnya tertawa di berbagai situasi. Belum lagi Fleck pun menderita penyakit mental lainnya dan perilaku diskriminasi terhadap dirinya membuat Fleck memberontak. Hingga suatu ketika tindakan kriminalnya dianggap sebagai tindakan vigilante yang membela beberapa pihak di Gotham.

Film joker sendiri telah mengantongi sebesar US$300 juta (Rp4,2 triliun) seminggu setelah tayang dan terus merajai tangga Box Office di bulan ini. Pekan ketiga Oktober, Joker masih bertahan di posisi puncak yang kemudian diikuti Maleficent: Mistress of Evil. di pekan ketiga pun meraup untuk sebesar US$5,1 juta. Angka itu menambah total penjualan lebih dari 4,5 juta tiket atau setara dengan US$33,6 juta sejak tayang 2 Oktober lalu.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.