Seni dan Budaya

5 Fakta Kain Tenun Sumba yang Menarik untuk Diketahui

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kekayaan adat budaya dalam masyarakat tradisional Indonesia meliputi hampir seluruh kebutuhan keseharian, seperti sandang, pangan, dan papan. Hal tersebut tampak dari berbagai arsitektur tradisional sebagai rumah tinggal, ragam kuliner tradisional sebagai kebutuhan pangan, serta pakaian adat untuk kebutuhan sandang. Salah satu yang menjadi primadona adalah kain tenun Sumba.

Kain yang berasal dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, ini diproduksi di berbagai kabupaten yakni di Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Tengah, dan Kabupaten Sumba Timur. Ada banyak fakta menarik tentang kain tenun Sumba yang mungkin belum kamu ketahui. Lima di antaranya terangkum dalam ulasan berikut ini.

Ada Jenis Kain Tenun untuk Laki-laki dan Ada yang untuk Perempuan

Kain Tenun Sumba
Image source : yudiumburawambaku.wordpress.com

Kain tenun Sumba ada yang berjenis hinggi, dan ada pula berjenis lau. Hinggi merupakan kain yang lebar dan panjang. Jenis ini biasanya dikenakan oleh laki-laki. Untuk pemakaiannya, hinggi dililitkan di pinggang dan digantungkan di pundak, kemudian dengan lilitan tali bernama ruhu banggi. Sedangkan lau adalah kain yang berbentuk sarung dan dikenakan oleh perempuan. Lau digunakan dengan cara mengapitnya di ketiak kiri, kemudian dilipat di bagian pinggang atau disangkutkan di pundak kiri.

Ada Perbedaan Warna Kain Setiap Daerah di Sumba

Kain Tenun Sumba
Image source : grid.id

Pewarnaan benang untuk kain tenun Sumba bersumber dari bahan alami. Bahan yang digunakan antara lain akar mengkudu untuk warna merah, dan daun tarum untuk warna biru. Di Kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat tiga suku besar, yakni Laura, Kodi, dan Wewewa. Dalam setiap suku tersebut memiliki kecenderungan warna yang berbeda. Misalnya di Suku Kodi, kain tenun didominasi dengan warna hitam, sementara di Suku Laura dan Wewewa cenderung berwarna-warni.

Baca juga Menikmati Keindahan Wisata Sumba yang Sudah Mendunia

Setiap Motif Memiliki Makna Tertentu

Kain Tenun Sumba
Image source : tenun indonesia.go.id

Selain pada warnanya, perbedaan kain tenun Sumba pun tampak dari berbedaan motif di setiap daerah. Motif hewan umum dijumpai pada kain tenun, seperti mamoli, buaya, kura-kura, ayam, kuda, dan lainnya. Penggambaran hewan-hewan tersebut menyimbolnya berbagai karakter, misalnya mamoli yang menjadi simbol kesuburan perempuan, kura-kura simbol kesetiaan, atau buaya yang mencerminkan keperkasaan laki-laki.

Pembuatan Satu Helai Kain Tenun Ikat Melalui 42 Tahap

Kain Tenun Sumba
Image source : liputan6.com

Pengerjaan kain tenun Sumba tidak dapat dikerjakan oleh seorang diri. Prosesnya pembuatannya sangat panjang hingga melewati 42 tahap. Proses tersebut mulai dari mencari kapas untuk bahan pembuatan benang, memintal bahan menjadi benang, pewarnaan benang, menenun, membuat motif, hingga finishing. Untuk proses pembuatan satu helai kain, biasanya dilakukan oleh 3 hingga 10 orang.

Menjadi Sumber Penghasilan Masyarakat Sumba

Kain Tenun Sumba
Image source : travel.dream.co.id

Pembuatan kain di Sumba sudah dilakukan sejak lama. Tidak hanya membuat dan memakainya, masyarakat Sumba pun memperdagangkan kain ini kepada masyarakat luar. Maka tak jarang kini banyak home industry di Sumba yang memproduksi kain tenun ikat sebagai sumber penghasilan tambahan. Warisan budaya ini pun dapat menjadi mata pencaharian masyarakat setempat dalam menjalankan kelangsungan hidupnya.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.