Seni Seni dan Budaya

3 Teknik Pembuatan Batik yang Wajib Kamu Ketahui

Pinterest LinkedIn Tumblr

Siapa tak kenal dengan batik? Kain tradisional khas Nusantara ini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Bahkan kain ini sudah mendunia dan digunakan oleh banyak public figure dari berbagai negara. Tak heran pada tahun 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Ragam motif kain batik di tiap daerah di Indonesia memiliki banyak perbedaan. Variasinya dipengaruhi oleh kondisi geografi dan sosial di lingkungannya. Meski berbeda-beda, teknik pembuatan batik yang utama ada 3, yakni batik tulis, batik cap, dan batik lukis.

Batik Tulis

Teknik Batik Tulis
Image credit: K.hira (flickr.com)

Membuat batik dengan teknik tulis merupakan cara yang paling tradisional. Dalam teknik ini, pembatik menggunakan canting yang menjadi alat untuk menggambarkan batik di atas kain. Batik tulis dibuat di atas kain warna putih. Bahan-bahan kainnya beragam, mulai dari sutra, polyester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Untuk membuatnya, kita perlu memotong bahan baku kain (mori) sesuai dengan kebutuhan.

Sebelum digambari, mori pun perlu dibasahi dengan larutan minyak kacang, soda abu, tipol, dan air, untuk menghilangkan kanji pada bahan. Setelah dibasahi, mori diuleni dan dijemur. Proses ini dilakukan berulang-ulang agar zat warna dapat meresap ke dalam serat kain.

Penggambaran motif dengan canting menggunakan bahan lilin yang dilelehkan. Bagian yang tertutupi lilin akan mempertahankan warna asli kain ketika kain dicelup dengan pewarna. Setelah motif selesai digambar menggunakan canting, proses selanjutnya adalah pewarnaan kain.

Perwarnaan batik dilakukan dengan cara menyelupkan kain ke dalam larutan zat warna. Pewarna tersebut dibuat dalam air yang didihkan. Selain untuk menyeduh zat pewarna, air mendidih juga sekaligus menghilangkan lilin pada kain. Setelah lilin lepas, barulah kain batik dicuci dan dijemur.

Batik Cap

Teknik Batik Cap
Image credit: flickr.com/photos/kopassus

Berbebeda dengan batik tulis yang menggunakan canting untuk menggambarkan motif, teknik batik cap menggunakan alat cap berupa stempel besar. Biasanya ukuran cap untuk membatik sekitar 20 x 20 cm.  Cap tersebut berupa motif-motif batik yang dibuat repetitif. Pengolahan kain mori sebelum diberi motif tidak jauh berbeda dengan batik tulis.

Jika sudah siap dicap, mori diletakkan di atas meja yang sudah diberi alas berupa bahan yang empuk. Kemudian cap dicelupkan ke dalam lilin cair dan ditekankan ke permukaan kain mori dengan rapi. Ketika proses cap, lilin cair akan meresap ke dalam serat kain.

Proses selanjutnya sama dengan pembuatan batik tulis, yakni pewarnaan. Kemudian kain direbus untuk melunturkan lilinya, lalu dicuci, dan dijemur. Biasanya, kain batik yang sudah diwarnai perlu diberi soda agar warnanya lebih cerah.

Batik Lukis

Teknik Batik Lukis
Image credit: flickr.com/photos/kopassus

Sesuai dengan namanya, teknik batik lukis sama halnya dengan melukis di atas kanvas. Sebelum menggambar motif dengan lilin, mori terlebih dulu digambari motif dengan pensil. Proses penggambaran mori dengan lilin dalam teknik ini bisa menggunakan alat yang lebih beragam, seperti canting, kuas, pelepah pisang, sapu lidi, dan kapas.

Karakter motif yang muncul di batik lukis lebih variatif. Hal tersebut dipengaruhi oleh alat lukis yang digunakan ketika menerapkan lilin pada kain. Setelah dilukis, kain mori pun diwarnai, dibersihkan, dan dijemur.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.