Jawa Seni Seni dan Budaya

Yuk Kenali Makna Tingkatan Candi Borobudur!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sebagai candi bercorak Buddha terbesar di dunia, tentu kita tidak asing lagi dengan Candi Borobudur. Destinasi sejarah dan budaya ini hampir selalu menjadi pilihan masyarakat dari berbagai generasi. Pelancong dari dalam dan luar negeri pun berbondong-bondong untuk melihat kemegahan candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini.

Saking takjubnya ketika menginjakkan kaki di Candi Borobudur, kita sering kali lupa bahwa bangunan ini memiliki banyak sekali makna yang menarik untuk digali. Setiap tingkatan undakannya menyimpan arti-arti tersendiri. Mau tahu makna setiap tingkatan di Candi Borobudur? Simak ulasan berikut ini.

Kamadhatu (Alam Bawah)

Candi Borobudur
Kamadhatu | Image credit: Nigel Hardy (flickr.com)

Ketika menapaki tingkatan paling pertama Candi Borobudur, kita berada dalam struktur candi yang mewakili sifat manusia biasa yang bernama Kamadhatu. Tingkatan ini berada di paling bawah candi (alas) dan menopang keseluruhan candi. Kamadhatu dimaknai sebagai sebuah kondisi dunia yang masih dikuasai oleh hawa nafsu (keinginan) duniawi manusia.

Pada tingkatan kaki candi ini, terdapat 160 panel relief cerita Karmawibhangga. Namun kini kita tidak dapat melihat relief tersebut karena kondisinya tertutup tanah. Di bagian ini pun kita belum nemenukan stupa candi.

Rupadhatu (Alam Antara)

Candi Borobudur
Rupadhatu | Image credit: Bertrand Duperrin (flickr.com)

Beranjak ke tingkatan selanjutnya pada Candi Borobudur, kita memasuki tingkatan bernama Rupadhatu. Tingkatan ini memiliki 5 undakan, dengan luas yang semakin kecil ke atas. Rupadhatu dimaknai sebagai penggambaran dunia yang terbebas dari ikatan nafsu, namun masih memiliki bentuk rupa. Dalam ajaran agama Buddha, tingkatan ini merupakan alam antara, yakni dua orang suci yang memisahkan alam bawah (Kamadhatu) dengan alam atas (Arupadhatu).

Lorong-lorong di undakan ini dihiasi dengn relief-relief berjumlah 1.212 panel. Di bagian Rupadhatu ini pun terdapat patung-patung Buddha pada ceruk-ceruk Candi Borobudur. Setiap undakannya memiliki pagar yang dihiasi stupa kecil dan ukiran.

Arupadhatu (Alam Atas)

Candi Borobudur
Arupadhatu | Image credit: myownshots (flickr.com)

Setelah melawati tingkatan Rupadhatu, kita memasuki tingkatan Arupadhatu. Area ini memiliki 2 undakan, dengan sebuah stupa paling besar di puncaknya. Stupa tersebut menjadi pusat dari Candi Borobudur. Jika kita perhatikan, teras di area Arupadhatu merupakan teras melingar, tidak seperti Rupadhatu yang berbentuk persegi. Di area ini terdapat 72 buah stupa kecil berbentuk lonceng dengan lubang belah ketupat. Jika mengintip ke dalamnya, kita dapat melihat patung-patung Buddha dengan posisi duduk.

Arupadhatu sendiri dimaknai dengan alam atas atau nirwana. Dalam ajaran agama Budha, dunia tersebut adalah tempat para Buddha bersemayam, dan kebebasan mutlak telat tercapai sepenuhnya. Kebebasan yang dimaksud adalah terbebas dari segala ikatan bentuk rupa dan nafsu duniawi. Ketidakterlihatan wujud tersebut diwakili stupa utama di puncak yang polos dan kosong.

Baca artikel terkait

Candi Muara Takus, Menyusuri Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Jalan-jalan ke 4 Candi di Situs Percandian Batujaya, Jawa Barat

Candi Gunung Kawi, Candi di Bali yang Terpahat di Dinding Tebing

Ide Liburan Singkat Di Yogyakarta – Travel Vlog

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.