Asal-usul Destinasi Jawa Seni dan Budaya

Wisata Sejarah ke 5 Benteng Kolonial di Jawa

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sejarah kedudukan Pemerintah Hindia Belanda di negeri ini meninggalkan banyak bangunan bersejarah. Bangunan-bangunan tersebut banyak yang masih bertahan hingga kini. Seperti toko, hotel, sekolah, rumah sakit, dan masih banyak lagi. Tak terkecuali dengan bangunan pertahanan militer berupa benteng-benteng. Di Jawa, banyak bangunan benteng kolonial yang masih berdiri dan dijadikan destinasi wisata bagi para penikmat sejarah, arsitektur, dan fotografi. Beberapa di antaranya pernah dijadikan lokasi syuting sejumlah film. Di mana sajakah benteng-benteng tersebut? Simak ulasan berikut ini!

Benteng Pendem Cilacap

Image Source: situsbudaya.id

Terletak di pesisir pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, Benteng Pendem berdiri sejak tahun 1861. Benteng ini berada di bawah tanah atau cekungan ke dalam. Hal tersebut menjadi salah satu siasat perang. Dulunya benteng ini menjadi markas pertahanan tentara Belanda. Karena letaknya di wilayah pesisir, benteng ini pun berfungsi sebagai pertahanan serangan dari arah laut. Di tahun 1942, ketika Jepang menduduki Indonesia, benteng ini pun menjadi salah satu bangunan pertahanan Jepang. Jika kita memasuki area benteng ini, kita akan menemukan ruang-ruang yang dahulu dijadikan sebagai barak tentara. Suasananya yang tenang, membuat benteng peninggalan kolonial ini cocok dijadikan tempat refreshing sambil mengenal sejarah.

Benteng Van der Wijck Gombong

Image source: instagram.com/kebumenzone

Dalam film The Raid 2: Berandal, ada satu adegan di sebuah bangunan penjara berwarna merah. Latar tempat dalam adegan itu memakai area Benteng Van Der Wijck. Benteng berbentuk segi delapan ini masih berdiri megah di Kota Gombong, Jawa Tengah. Dindingnya yang berwarna merah bata menjadi magnet para wisatawan untuk berfoto dan menikmati bangunan dengan arsitektur Eropa ini. Berdiri sejak tahun 1818, pada awalnya Benteng Van Der Wijck merupakan kantor perusahaan dagang Belanda terbesar, VOC, lalu beralih fungsi menjadi bangunan pertahanan Belanda ketika berperang dengan masyarakat Yogyakarta.

Benteng Fort Willem I (Benteng Pendem Ambarawa)

Image source: instagram.com/dnunux

Jika berlibur ke Museum Kereta Api Ambarawa, singgahlah ke Benteng Fort Willem I. Benteng kolonial ini terletak di Ambarawa, yang menjadi sumbu penghubung Semarang dengan Surakarta. Pembangunannya dikerjakan sejak tahun 1834 hingga 1845. Kini kita masih dapat menikmati sisa-sisa bangunan berupa lorong dan lengkungan-lengkungan bangunan yang menawan. Tak jarang banyak wisatawan berkunjung untuk mengabadikan diri di antara dinding-dinding benteng yang menjulang. Benteng ini pun pernah dijadikan lokasi syuting film Soekarno yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Benteng Vastenburg

Image source: instagram.com/agendaiburumahtangga

Masih di wilayah Jawa Tengah, Benteng Vastenburg tampak berdiri kokoh di kawasan Gladak, Surakarta. Letaknya berseberangan dengan kantor Balai Kota. Di bagian dalam benteng kolonial ini terdapat lapangan luas yang dulu berfungsi sebagai tempat apel dan persiapan pasukan tentara. Kita pun masih melihat parit-parit yang mengelilingi dinding benteng, namun paritnya tidak sebesar dan sedalam dulu. Kini dinding benteng sudah dirawat dan dicat dengan bersih. Maka tak jarang berbagai kegiatan seni pun digelar di benteng ini.

Benteng Van den Bosch (Benteng Pendem Ngawi)

Image source: instagram.com/gnfi

Seperti di Cilacap dan Ambarawa, Benteng Van den Bosch dibangun di atas tanah yang permukaannya lebih dalam. Letak benteng kolonial ini berada di Kabupaten Ngawi, di antara pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Dulu wilayah Ngawi merupakan pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.