Seni dan Budaya

Wayang Potehi, Wayang ‘Mini’ Asal Tiongkok

Pinterest LinkedIn Tumblr

Pernah mendengar tentang wayang potehi? Mungkin kamu salah satu yang baru mengetahui jenis wayang ini. Wayang potehi merupakan akulturasi dari kebudayaan Tionghoa dan Jawa. Nama “potehi” berasal dari kata “pou” (kain), “te” (kantong), dan “hi” (wayang). Sesuai namanya, wujud wayang ini berupa boneka yang terbuat dari kain.

Kemunculan kesenian ini dibawa oleh para pendatang dari Tiongkok yang datang ke pulau Jawa sejak abad ke-16. Mereka menetap di daerah pesisir utara Jawa. Biasanya wayang ini dipentaskan di kelenteng-kelenteng dengan mengangkat kisah mengenai legenda dinasti-dinasti yang ada di Tiongkok.

Boneka-boneka wayang potehi terbuat dari kayu. Baju-bajunya dijahit dari kain berwarna warni yang dihiasi beragam motif. Tokoh-tokoh yang dimainkan sangat beragam. Biasanya ada pakaian boneka menjadi penanda status sosial atau jabatan setiap tokohnya. Di antaranya ada tokoh raja, penasehat raja (dengan karakter yang baik dan jahat), permaisuri, perdana menteri, jenderal perang, prajurit, dan masih banyak lagi.

Dipentaskan dengan Ukuran Panggung yang Kecil

Wayang potehi
Image credit: instagram.com/3buah_kotak

Wayang Potehi dipentaskan dengan sebuah panggung teater kecil yang terbuat dari kayu. Panggung kecil ini didominasi dengan warna merah dan ornamen-ornamen khas Tionghoa. Ukuran panggung tersebut memiliki ketinggian 1,5 meter, dengan luas 3×4 meter.

Dalang yang memainkan boneka-boneka berada di dalam bilik dari panggung kecil. Di dalam panggung tersebut pun terdapat para pemain musik yang mengiringi pertunjukan. Beberapa jenis instrumen musik yang dimainkan antara lain gendang (tong ko), gembrang besar (tai loo), gembreng kecil (siauw loo), kecer besar (toa poa), kecer kecil (sio poa), kenong, gong kecil (sio poa), rebab (hian na), seruling (bien siauw), rebab (hian na).

Semua alat musik tersebut dimainkan oleh hanya sekitar 3-4 orang. Musik pengiring dimainkan untuk menambah suasana pertunjukan. Bunyi-bunyi yang dihasilkan pun menggambarkan suasana emosi dari cerita yang ditampilkan.

Kelenteng Tay Kak Sie Rutin Mementaskan

Wayang potehi
Image credit: mo_ko_na (flickr.com)

Salah satu kelenteng yang aktif mementaskan wayang potehi adalah Kelenteng Tay Kak Sie yang berada di kawasan Pecinan di Semarang. Pementasan dilakukan pada sore hari pukul 15.00-17.00 hingga pukul 19.00-21.00.

Pagelaran wayang potehi di Semarang biasanya digelar pada waktu Imlek dan pada perayaan hari kedatangan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Tak hanya di kelenteng, sesekali pementasan pun dilakukan di jalan raya kawasan Pecinan Semarang.

Baca juga Kenali 5 Jenis Wayang yang Ada di Indonesia

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.