Inspirasi Kesehatan

Skincare Natural Tidak Menjamin Kulit Bebas Masalah, Kenapa?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Skincare masih menjadi kit wajib baik untuk perempuan maupun laki-laki. Bahkan produk satu ini pun menjadi hal utama bagi para traveler yang sering melancong ke berbagai daerah, karena kulit juga beradaptasi dengan destinasi berbeda. Maraknya skincare yang mengklaim produknya natural, membuat sebagian orang pun lebih meyakini jika produk natural lebih baik daripada produk kimia.

Bahkan, melansir CNN Indonesia terdapat survei yang dilakukan oleh NPD Group tahun 2017. Terdapat 50% perempuan lebih tertarik pada skincare natural atau organik daripada yang berbahan kimia. Klaim natural sendiri disematkan pun menyebutkan jika bahan kimia sintetis pada kulit dapat menyebabkan masalah pada kulit, kesehatan, dan iritasi. Asumsi tersebut tentu menghipnotis setiap orang – terutama perempuan – untuk berpindah ke produk natural. Namun, apa skincare berlabel natural memang baik untuk kamu?

Skincare Natural Tetap Memiliki Reaksi Berbeda Pada Setiap Jenis Kulit

Skincare natural bukan berarti aman untuk semua jenis kulit. Rebecca Kazin, MD, yang merupakan associate director di Washington Institute of Dermatological Laser Surgery berpendapat mengenai skincare natural. Bagi beberapa kulit, bahan natural pun tidak menjamin kulit tidak akan mendapat reaksi alergi atau hypoallergenic.

Dengan adanya fakta jika skincare natural tidak selalu bereaksi baik pada sebagian jenis kulit, bukan berarti produk natural tidak efektif sama sekali. Bahan natural pun bisa bekerja pada kulit kamu, walaupun mungkin reaksinya akan cenderung ‘tidak instan’. Jika kamu ingin mencoba produk berbahan natural ini, sebaiknya kamu mulai memperhatikan beberapa hal seperti berikut.

Baca Informasi Mengenai Berbagai Jenis Bahan Skincare

Mencari skincare di toko online atau toko fisik memang seru. Namun, sudah seberapa kenal kamu dengan berbagai jenis skincare di pasaran? Tentunya setiap produk memiliki bahan andalan yang akan bereaksi berbeda di setiap jenis kulit. Maka, kamu perlu baca-baca mengenai bahan-bahan khusus dan review produk tersebut. Sehingga, sebelum kamu memiliki niat bulat untuk membeli produk tersebut, kamu sudah sudah tahu bahan yang terkandung di dalamnya dan kamu sudah mengira-ngira reaksi yang didapat saat menggunakan produk tersebut.

Ketahui Sendiri Bahan yang Kamu Butuhkan

Skincare natural memiliki beberapa zat aktif yang bisa bereaksi baik jika sesuai dengan kebutuhan kulit kamu. Jadi, jika kamu mau beralih ke skincare natural, sebaiknya kamu perlu tahu zat aktif apa saja yang kamu perlukan. Sebut saja, jika kamu memiliki kulit berjerawat dan kelebihan sebum, kamu perlu zat aktif salicylic acid atau BHA untuk memberi proteksi kulitmu yang sedang bermasalah. Sementara peruntukkan anti-aging, kamu memerlukan bahan yang mengandung antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C.

Jangan Langsung Ganti! Mulai Perlahan dan Sedikit-Sedikit

Jika kamu sebelumnya sedang menjalani skincare dari dokter atau berbahan kimia dan ingin beralih ke bahan natural. Jangan sampai kamu langsung merubah rangkaiannya sekaligus ya! Kulit kamu beradaptasi dengan produk baru. Hal ini pun berlaku bukan hanya untuk beralih ke produk natural, namun berlaku jika kamu ingin mencoba produk baru selain bahan natural. Terlebih, jika kamu langsung merubah satu rangkaian, kamu tidak bisa mendeteksi produk yang tidak cocok jika satu waktu kulit kamu bereaksi buruk atau breakout.

Sabar dan Selalu Ingat Jika Bahan Natural Memiliki Reaksi Berbeda Dengan Bahan Kimia

Jika kamu berkomitmen untuk berpaling ke skincare natural, kamu perlu menerima cara kerjanya yang tentu memakan waktu lebih lama daripada produk yang mengandung bahan kimia. Jika dalam kurun waktu beberapa minggu bahkan sebulan belum mendapatkan hasil yang maksimal, bersabarlah. Jangan pula langsung menghentikan pemakaian produknya.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.