Seni dan Budaya

Rumah Betang Kalimantan Dapat Dihuni Hingga 150 Orang Loh!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Arsitektur Nusantara merupakan salah satu bentuk kekayaan adat budaya Indonesia. Suku Dayak di Kalimantan memiliki rumah adat yang khas. Bangunan ini dikenal dengan nama Rumah Betang.

Rumah ini merupakan rumah panggung dengan ukuran panjang 30 hingga 100 meter. Dengan ukuran yang spektakuler, rumah ini dapat dihuni hingga 150 orang. Ada puluhan kepala keluarga yang menghuni rumah ini. Seluruh penghuninya dipimpin oleh Pambakas Lewu.

Seluruh kegiatan tradisional masyarakat Suku Dayak berpusat di Rumah Betang. Di dalamnya, masyarakat menerapkan nilai-nilai budaya yang dianut seperti memaknai kehidupan, pekerjaan, karya, amal, hingga hubungan antar manusia dan alam sekitar.

Rumah Betang
Salah satu Rumah Betang di Kalimantan Barat | Image credit: baka_neko_baka (flickr.com)

Masyarakat Suku Dayak memiliki naluri untuk hidup secara berkelompok. Melalui rumah ini pula, mereka menyelaraskan makna hidup bersama dengan harmonis. Rumah ini pun menjadi simbol keakraban hubungan yang dibina oleh setiap individu.

Rumah Betang selalu dibangun sesuai dengan arah matahari. Bagian hulu bangunan harus menghadap arah matahari terbit. Sementara bagian hilirnya menghadap arah matahari terbenam. Makna yang dibangun dari posisi ini adalah nilai kerja keras Suku Dayak yang harus bisa bertahan dari matahari terbit sampai terbenam.

Tinggi Rumah Betang dapat mencapai 3 hingga 5 meter. Material yang digunakan untuk konstruksinya adalah teknik sambung kayu kuno. Biasanya jenis kayu yang digunakan adalah kayu belian.

Mengenal Bagian-Bagian Bangunan

Secara garis besar, ada empat bagian penggunaan ruang pada Rumah Betang. Di antaranya adalah tangga, teras (pante), serambi (sami), ruang inti (bilik), dan dapur. Bentuk bangunan rumah panggung ini tentu sangat mengutamakan fungsi tangga.

Pada awalnya, tangga yang dimiliki rumah ini hanya ada dua buah. Di malam hari, tangga-tangga ini dinaikan agar tidak ada orang atau hewan dari luar yang naik ke dalam rumah. Namun sering berjalannya waktu, jumlah tangga dapat lebih dari satu.

Di bagian depan Rumah Betang, biasanya terdapat teras besar yang biasa disebut dengan pante. Bagian teras ini biasaya difungsikan untuk menjemur pakaian serta hasil pertanian dan perkebunan.

Memasuki ke bagian dalam, ada sebuah ruangan serambi yang biasa disebut sami. Bagian ruangan ini merupakan bale-bale tempat masyarakat bersantai dan bercengkrama. Ada pula bagian ruangan serambi yang bentuknya memanjang. Ruangan tersebut biasanya digunakan untuk beragam acara adat dan pertemuan warga.

Bagian serambi
Bagian serambi | Image credit: CIFOR (flickr.com)

Sementara untuk ruangan pribadi setiap keluarga di dalam Rumah Betang disebut dengan bilik. Ruangan ini dikhususkan untuk anggota keluarga beristirahat. Bilik di dalam rumah dibagi-bagi sesuai dengan jumlah keluarga.

Bagian ruang penting lainnya di rumah ini adalah dapur. Tentu saja ruangan ini digunakan untuk mengolah makanan. Luas dapur biasanya disesuaikan oleh masing-masing keluarga.

Itulah rangkuman mengenai Rumah Betang khas Kalimantan. Dari rumah ini, kita dapat belajar mengenai kehidupan masyarakat Suku Dayak yang berjalan secara bersama-sama. Kesederhanaan rumah ini pun mengajarkan kita untuk senantiasa menyelaraskan diri dengan lingkungan sekitar.

Baca juga Fakta-Fakta Tentang Mbaru Niang, Rumah Adat Wae Rebo

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.