Event Seni Seni dan Budaya

Biennale Jogja XV Equator #5 Digelar di Beberapa Tempat

Pinterest LinkedIn Tumblr

Beragam acara seni rutin diselenggarakan di Yogyakarta, baik secara tahunan mau pun dua tahunan. Salah satu yang dinantikan adalah Biennale Jogja. Perhelatan seni ini kembali menggelar pameran utamanya, Biennale Jogja XV Equator #5, di Jogja National Museum (JNM), Taman Budaya Yogyakarta, Kampung Jogoyudan, Ketandan 17, dan Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri. Pameran ini dibuka mulai tanggal 20 Oktober 2019 hingga 30 November 2019.

Sederet nama seniman-seniman muda dari Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara menghadirkan karya-karya seni rupa yang apik dalam pameran utama Biennale Jogja XV Equator #5. Seniman dari Indonesia yang turut berpartisipasi antara lain Angki Purbandono, Deden Sambas, Ferial Afiff, Ika Vantiani, Nasirun, Yosefa Aulia, dan beberapa nama lain. Sederet nama seniman dari negara lain seperti Gan Siong King dari Malaysia, Bounpaul Phothyzan dari Laos, Moe Satt dari Myanmar, dan lainnya, turut terlibat dalam pameran ini.

Mengangkat Wacana dari Berbagai Wilayah

Beragam medium yang membangun karya-karya di Biennale Jogja XV Equator #5 banyak ditampilkan secara instalatif. Tema-tema kekaryaan yang diangkat mengacu pada gagasan “Pinggiran” yang diusung oleh para tim kurator. Pameran ini mencoba untuk mengangkat kompleksitas persoalan-persoalan dari berbagai wilayah tempat asal para seniman.

Biennale Jogja XV Equator #5
Image credit: biennalejogja.org

Pameran utama Biennale Jogja XV Equator #5 kali ini menggaet beberapa nama dalam tim kuratornya, yakni Akiq AQ, Arham Rahman, dan Penwadee Nophaket Manont. Pembukaan pameran ini turut dihadiri oleh Kanjeng Pangeran Haryo (Perwakilan Gubernur DIY) dan Aris Eko Nugroho (Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta). Pameran ini pun dibuka oleh Alia Swastika selaku Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta.

Selain pameran utama, Biennale Jogja XV Equator #5 juga menyuguhkan program publik. Beragam aktivitas dalam program publik tersebut antara lain wicara seniman, wicara kuratorial, tur pameran, simposium publik, pemutaran film dokumenter, lokakarya, serta diskusi. Informasi terkait program publik ini dapat diakses melalui laman biennalejogja.org  atau akun Instagram @biennalejogja. Program ini menjadi upaya dalam penyebarkan pengetahuan  dan gagasan-gagasan inovatif dengan seni sebagai perantaranya. Selain itu, ragam program publik menjadi jembatan antara dunia seni rupa dengan masyarakat luas.

Biennale Jogja XV Equator #5
Image credit: biennalejogja.org

Dalam rangkaian Biennale Jogja XV Equator #5, sebelumnya telah dilakukan dua program residensi seniman. Program tersebut yakni Residensi Kelana pada tanggal 10 Juni – 20 Juni 2019, dan Residensi Tenggara pada Juni – Oktober 2019. Turut digelar pula Pameran Seniman Muda pada 1-20 Agustus 2019. Biennale Jogja menjadi wadah yang konsisten bagi para praktisi seni untuk bereksplorasi dalam wacana dan kekaryaannya.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.