Destinasi Indonesia Sumatera

Pacu Jawi, Balapan Sapi di Lumpur Sawah Khas Minangkabau

Pinterest LinkedIn Tumblr

Selain panorama alamnya yang indah, kekayaan adat budaya di Sumatra Barat pun menjadi magnet wisata yang sayang untuk dilewatkan.  Salah satunya adalah Pacu Jawi, yakni sebuah acara tradisional Minangkabau yang memperlombakan sapi-sapi. Lomba ini bukanlah adu cepat sapi dalam waktu bersamaan, karena sapi-sapi dilepas tidak bersama lawan tandingnya.

Minangkabau
Image credit: Roby Edrian (flickr.com)

Baca artikel lainnya Nikmati Wisata Tasikmalaya dengan Menonton Balap Kerbau

Dalam setahun, Pacu Jawi biasanya diadakan tiga kali. Sapi-sapi yang ditandingkan adalah sapi yang berasal dari nagari-nagari (desa) di Kabupaten Tanah Datar. Dari tiap nagari, sapi dikirimkan menggunakan truk menuju nagari yang menjadi tuan rumah. Kemudian sapi dibawa ke arena perlombaan.

Sawah Berlumpur Menjadi Arena Perlombaan

Tidak sepeti Karapan Sapi di Madura yang menggunakan area lapangan dengan tanah yang kering, arena yang menjadi perlombaan Pacu Jawi merupakan sawah berlumpur dengan panjang hingga 250 meter. Sawah yang dipakai selalu dalam kondisi kosong, ketika sudah waktu panen dan sebelum waktu tanam. Maka dari itu, perlombaan ini pun menjadi sebuah hiburan dan pesta rakyat pasca panen. Nagari yang menjadi tuan rumah pun berpindah-pindah setiap tahunnya.

Pacu Jawi
Image credit: Kars Alfrink (flickr.com)

Karena Pacu Jawi bukanlah perlombaan adu kecepatan antar sapi, maka yang dipertandingkan adalah performa sapi ketika sapi berlari di atas lumpur sawah. Sapi yang digunakan biasanya berumur 2 hingga 13 tahun. Dua sapi dikendalikan oleh seorang joki yang berdiri di bagian belakang sapi. Bagian yang menarik dalam perlombaan ini adalah bagaimana joki mengendalikan sapi-sapinya agar dapat berlari dengan lurus hingga garis finish. Saat sapi berlari, lumpur-lumpur sawah terciprat ke mana-mana membuat perlombaan semakin seru.

Performa Sapi Dapat Berpengaruh Terhadap Harga Jual

Wasit dari Pacu Jawi adalah masyarakat yang menonton di sekitar. Penilaiannya berdasarkan penampilan sapi ketika berlari. Tak jarang sapi-sapi pun dipakaikan hiasan berupa ornamen khas Minangkabau. Jika sapi mendapatkan nilai yang baik, akan ada pengaruhnya dengan kenaikan harga jualnya yang dapat berlipat ganda.

Pacu Jawi
Image credit: Kars Alfrink (flickr.com)

Suasana arena perlombaan Pacu Jawi semakin meriah karena diiringi musik-musik tradisional seperti gandang tasa dan talempong pacik. Para warga pun menggelar berbagai pertunjukkan dan pasar tumpah yang semakin menghidupkan suasana festive acara pesta panen khas Minangkabau ini.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.