Inspirasi Kesehatan

Mulai Melek Kesehatan Mental Dari Saran Inspiratif Bill Hader

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sepekan lalu film garapan Todd Philips, Joker membikin geger ranah bioskop Indonesia. Film yang dibintangi Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck atau Joker ini secara garis besar menceritakan tentang badut dan stand-up comedian yang memiliki kondisi mental terganggu seperti schizophrenia dan gangguan tawa patologis. Tidak sedikit pula reaksi ‘tidak mengenakan’ setelah menonton film fenomenal satu ini. Wajar saja, isu kesehatan mental yang dibawa pada film satu ini begitu kentara.

Mungkin akan terasa beda jika salah satu penonton film Joker memiliki masalah mental. Pasalnya, gangguan mental di sekitar kita memang masih dianggap remeh bahkan tidak sedikit orang tidak memahami isu satu ini. Tidak heran jika sebagian orang menganggap jika kesehatan mental dianggap bukan masalah besar. Anxiety pun adalah salah satu gangguan mental yang kerap terjadi di sekitar kita dan tidak sedikit pula orang kesulitan menghadapi gangguan mental satu ini.

Bill Hader, aktor asal Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat turut membagikan pengalamannya dalam menghadapi satu gangguan mental yang dihadapinya sejak kecil, Anxiety Disorder. Aktor yang membintangi IT: Chapter 2 sebagai Richie Tozier ini pada Child Mind Institute mengungkapkan jika Hader telah mengidap dan berjuang menghadapi anxiety disorder sejak kecil.

Anxiety Disorder di Kacamata Bill Hader

“Saya telah menghadapi segala yang menurut saya cobaan terbesar. Diantaranya ketika saya pertama kali ke sekolah dengan bus sendirian, dan masih banyak lagi… Walaupun di kepala saya selalu terdengar ‘semua ini terasa tidak benar’…” Ujarnya.

Hader pun mengatakan “…menjelang umur 30an, saya kembali menghadapi ini (anxiety) dan mengganggu pekerjaan saya sebagai performer di acara televisi (Saturday Night Live). Namun karena saya mencintai pekerjaan saya, saya pun mencoba untuk mencari tahu bagaimana saya harus menghadapinya” ungkapnya pada video berdurasi 4 menit – untuk campaign anti-stigma mental health organization.

Menyadari anxiety disorder adalah gangguan mental yang tidak bisa disembuhkan, Hader pun mengatakan jika anxiety tidak perlu dilawan atau dihindari. Cukup hadapi dengan membuat sugesti yang tepat.

“…alangkah baiknya jika kecemasan dapat diatur sendiri, daripada dihindari. Saya selalu membayangkan anxiety yang saya idap adalah monster kecil yang menghadang saya. Lalu saya sapa ‘Oh, hai kawan..’ layaknya monyet kecil. ‘duduk di bahuku dan santailah sejenak’ dan saya pun berharap jika saya bisa lakukan hal ini sejak dulu… Jadi saya tidak perlu merasa takut dan cemas lagi” Ujar Hader.

Sekilas Mengenai Anxiety Disorder

Anxiety disorder sendiri merupakan gangguan mental yang paling umum di Amerika Serikat. Sekitar 40 juta orang dewasa yang mengalami hal tersebut namun dianggap tabu jika dianggap sebagai gangguan mental. Gejala umum yang sering muncul pada pengidap anxiety disorder pun diantaranya mudah lelah, sering merasa gelisah, sulit konsentrasi, tidur terganggu, sulit mengendalikan cemas, mudah marah, badan terasa tegang, dan sering merasa ‘di ujung tanduk’.

Hader mengungkapkan, dengan dirinya dapat membagi pengalamannya, generasi muda yang tengah menghadapi gangguan mental yang sama sepertinya tidak putus asa dan lebih waspada akan kesehatan mental.

“Semua orang memiliki rasa cemas. Tak perlu dilawan karena cemas adalah sesuatu yang besar. Kamu bisa mengaturnya dan menemukan caranya, lebih dini kamu menemukannya justru lebih baik. Saya pun berharap demikian, hanya saja saya benar-benar bisa menghadapinya saat usia 37 tahun. Tentu kamu bisa menemukannya lebih dini” ungkapnya di akhir video.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.