Asal-usul Destinasi Teknologi

Menjelajahi Museum Maritim Indonesia Secara Virtual

Pinterest LinkedIn Tumblr

“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudra….”

Kita pasti sudah tak asing lagi dengan penggalan lagu anak-anak tersebut. Indonesia memang dikenal dengan wilayah perairannya yang luas, sejak dahulu banyak pelaut yang mengarungi kawasan perairan ini. Maka tak heran jika negara kita juga disebut sebagai Negara Maritim.

Di Jakarta, ada sebuah museum yang menyajikan sejarah mengenai kemaritiman di Indonesia. Museum yang bernama Museum Maritim Indonesia ini terletak di Jalan Pasoso No. 1, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam kondisi self-quarantine di tengah wabah virus corona ini, Museum Maritim Indonesia masih tetap dapat dijelajahi secara virtual. Kita tidak perlu pergi ke sana, hanya cukup membuka laptop yang terhubung dengan koneksi internet.

Pada situs maririmemuseum.id, terdapat layanan virtual tour yang mengajak kita berkeliling mengitari isi Museum Maritim Indonesia. Dengan menggunakan virtual tour ini, kita bisa melihat isi museum dalam tampilan 360°.

Mengulas Sejarah Deklarasi Djuanda

Museum Maritim Indonesia
Virtual tour Museum Maritim Indonesia | Image source: maritimemuseum.id

Begitu masuk ke dalam situs tersebut, kita akan dibawa masuk ke bagian lobby museum. Dari spot tersebut, terdapat panah berwarna putih yang mengarah ke bagian pintu masuk museum. Ketika panah tersebut dipilih, laman situs berpindah ke bagian dalam museum.

Untuk mengikuti virtual tour ini, tidaklah sulit. Kita hanya perlu mengikuti panah putih tersebut untuk mengitasi isi museumnya. Pada bagian awal, kita akan diajak untuk melihat bagian panel sejarah pelabuhan dan pelayaran pada masa awal kemerdekaan.

Pada bagian panel awal ini, terdapat sebuah patung dada Ir. H. Djuanda. Ada sebuah tombol yang dapat dipilih untuk memunculkan video mengenai tokoh Ir. H. Djuanda dan sejarah Deklarasi Djuanda.

Di samping panel ini, terdapat lorong yang akan membawa kita mengenali sejarah pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Indonesia. Panel ini diawali dengan sejarah Pelabuhan Belawan di Sumatera Urara. Tak jauh dari situ, terdapat panel mengenal Pelabuhan Teluk Bayur dan Tambang Batu Bara Ombilin di Sumatera Barat.

Mengenal Sejarah Pelabuhan-Pelabuhan Besar

Museum Maritim Indonesia
Virtual tour Museum Maritim Indonesia | Image source: maritimemuseum.id

Masih di lorong yang sama, terdapat sebuah replikasi Prasasti Tugu yang terkenal dalam sejarah Jakarta. Di sekitar prasasti ini ditampilkan sejarah mengenai Pelabuhan Tanjung Priok serta pendirian Batavia oleh kongsi dagang Belanda, VOC.

Untuk mengetahui sejarah pelabuhan di Jakarta sejak masa VOC, kita bisa memilih sebuah tombol yang terdapat di bagian panel Pelabuhan Sunda Kelapa dan Onrust. Ketika tombol tersebut dipilih, akan muncul video yang menjelaskan sejarah kawasan pelabuhan ini.

Bergeser ke bagian selanjutnya, terdapat sebuah video mapping yang menampilkan sejarah kedatangan VOC ke Makassar. Di bagian tengah ruangan ini pun ditampilkan panel-panel yang berisi sejarah Pelabuhan Cirebon, Pelabuhan Tanjung Perak, dan Pelabuhan Tanjung Emas.

Masuk ke Ruang Kemudi Kapal

Museum Maritim Indonesia
Virtual tour Museum Maritim Indonesia | Image source: maritimemuseum.id

Selain panel-panel, museum ini pun menampilkan perlengkapan keselamatan dalam aktivitas pelayaran.  Di antaranya ada perahu karet, pelampung, helm, life vest, dan masih banyak lagi. Ditampilkan pula miniatur perahu-perahu yang cantik.

Salah satu bagian yang menarik adalah sebuah kontainer putih yang berisi informasi mengenai periodisasi kawasan pelabuhan mulai dari masa kerajaan, kolonial, hingga masa kini. Keluar dari kontainer ini, ada sebuah ruangan kecil berupa replika ruang kemudi kapal.

Nah, menarik kan? Selagi masih diam di rumah, kita bisa mengitasi isi museum ini melalui virtual tour Musuem Maritim Indonesia. Selamat menjelajahi museum virtual!

Baca juga Meski Lockdown, Museum Konferensi Asia Afrika Bisa Dijelajahi Lewat Virtual Tour

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.