Asal-usul

Menilik Asal Mula Perkembangan Toko Kopi di Bandung

Pinterest LinkedIn Tumblr

Suka menghabiskan waktu di coffee shop untuk mengerjakan tugas atau nongkrong? Tahukah kamu ternyata budaya minum kopi di Indonesia sudah ada dari masa Hindia Belanda. Kopi pun menjadi salah satu komoditi penting dalam perdagangan mulai dari Asia hingga ke Eropa. Salah satu kawasan yang memiliki peran dalam perkembangan industri kopi adalah Kota Bandung.

Sebelum mengetahui perkembangannya di Bandung, mari kita kembali ke pertengahan abad ke-17 ketika di Batavia (sekarang Jakarta) dilakukan percobaan penanaman pohon kopi. Percobaan ini merupakan gagasan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu, Joan van Hoorn.

Kesuksesan penanaman kopi tersebut disambut dengan perdagangan kopi oleh kongsi dagang Belanda terbesar yakni VOC. Sebuah perjanjian bernama koffiestelsel (sistem kopi) diterapkan VOC kepada masyarakat pribumi. Perjanjian tersebut mewajibkan penanaman kopi di sejumlah daerah, termasuk di kawasan sekitar Bandung.

Toko Kopi Jaman Dulu yang Masih Bertahan

Kopi menjadi hal yang populer sejak digarapnya berbagai kebun kopi di sejumlah tempat. Industri kopi pun tumbuh sebagai tempat mengolah dan menyajikannya. Ada beberapa toko kopi yang masih bertahan di Bandung hingga saat ini. Di antaranya adalah Kopi Javaco, Kopi Aroma, Malabar, dan Tjia Lie Hong.

Kopi Javaco Bandung
Image credit: instagram.com/bandungdiary

Kopi Javaco adalah salah satu toko kopi yang hari ini masih bisa kita singgahi. Lokasinya berada di Jalan Kebon Jati No. 69, Bandung. Toko ini sudah ada sejak tahun 1920-an. Pendiri toko ini merupakan seorang warga keturunan Tionghoa bernama Liem Kiem Gwan.

Ada 3 grade kopi yang dijual di sini, yakni Arabica (grade 1), Melange (grade 2 robusta), dan Tiptop (grade 3 robusta). Pada awal berdirinya, para pelanggan Kopi Javaco berasal dari kalangan orang Eropa dan Priyayi.

Toko lainnya yang masih bertahan hingga ini adalah Pabrik Kopi Aroma yang berlokasi di Jalan Banceuy No. 51. Toko ini pun didirikan oleh seorang keturunan Tionghoa bernama Tan Houw Sian. Usahanya tersebut telah dirintis sejak tahun 1920.

Pabrik Kopi Aroma
Image credit: Raymond June (flickr.com)

Antrean panjang hingga keluar toko menjadi pemandangan sehari-hari toko ini. Proses pengolahan biji kopinya langsung dilakukan di bagian belakang toko. Biji kopi yang dijual di sini berasal dari berbagai kebun di berbagai daerah seperti Jawa Barat, Toraja, Flores, dan Medan untuk arabika. Sementara untuk jenis robusta dikirim dari berbagai kebun di Bengkulu, Jawa Tengah, Lampung, dan Jawa Barat.

Di tengah maraknya berbagai kedai kopi modern di Bandung, toko-toko tersebut senantiasa bertahan dan digemari oleh berbagai generasi. Penasaran untuk mencobanya? Yuk sempatkan berlibur ke Bandung!

Baca juga 5 Kopi Indonesia yang Sudah Mendunia. Kamu Pernah Coba yang Mana?

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.