Destinasi Seni Seni dan Budaya

Mengunjungi Art Institute of Chicago, Museum Seni Tertua di Amerika

Pinterest LinkedIn Tumblr

Chicago, salah satu kota terbesar di Amerika yang memiliki beragam tempat menarik untuk dijelajahi. Meski dipenuhi gedung-gedung tinggi, kota metropolitan ini pun memiliki lanskap kota dengan keindahan Danau Michigan nan menawan. Pembangunan kawasan urban Chicago sendiri dimulai sejak peristiwa kebakaran Great Chicago Fire di tahun 1871 yang merusak sebagian besar bangunan di kota ini.

Art Institute of Chicago

Di antara gedung-gedung modern Chicago yang menjulang, kita dapat menemukan sebuah bangunan bergaya neo-klasik di sudut jalan Michigan Ave. Itulah Art Institute of Chicago, salah satu museum seni tertua dan terbesar yang ada di Negeri Paman Sam. Tidak sulit untuk menemukan bangunan museum ini, karena letaknya berada di bagian pertigaan jalan.

Bangunan Art Institute of Chicago | Image credit: Tim Brown (flickr.com)

Ketika berjalan di Art Institute of Chicago, kita akan disambut dengan dua buah patung singa berwarna hijau yang ditempatkan di depan bangunan. Patung tersebut menjadi ciri khas museum ini. Dalam momen-momen tertentu, patung ini dihias dengan beragam dekorasi, misalnya ketika Natal dengan ornamen daun cemara dan pita merah, atau dengan topi baseball ketika menyambut musim baru kejuaran nasional baseball di Amerika.

Ragam Koleksi

Museum ini memiliki lebih dari 300.000 artefak kebudayaan dari seluruh dunia. Banyak di antaranya yang berusia lebih dari 5.000 tahun. Koleksi-koleksi tersebut ditampilkan sesuai dengan kategorinya masing-masing, seperti Ancient and Byzantine, Asian Art, European Decorative Arts, hingga seni rupa modern dan kontemporer yang berkembang di Barat.

Beberapa karya lukisan dari seniman modern terkenal dapat kita jumpai di sini. Seperti lukisan “A Sunday Afternoon on the Island of La Grande Jatte” karya Georges Seurat, “American Gothic” karya Grant Wood, juga karya-karya dari Vincent van Gogh.

Pengunjung menikmati lukisan “A Sunday Afternoon on the Island of La Grande Jatte” karya George Seurat | Image credit: Tim Brown (flickr.com)

Ada pun karya-karya medium lain ditampilkan di museum ini. Salah satunya kategori karya seni grafis dan gambar dari seniman-seniman Eropa, seperti Albrecht Durer dan Rembrandt. Tak ketinggalan karya fotografi dan tekstil pun turut disajikan di museum ini.

Ryerson & Burnham Libraries

Selain ruangan-ruangan pameran utama, di Art Institute of Chicago juga terdapat sebuah perpustakaan bernama Ryerson & Burnham Libraries. Perpustakaan yang letaknya di lantai dasar ini, memiliki banyak koleksi buku yang berhubungan dengan seni, sejarah, arsitektur dan budaya. Kita dapat mengakses katalog perpustakaannya secara online melalui website Ryerson & Burnham Libraries.

Pengunjung melihat koleksi arsip di Ryerson & Burnham Libraries | Image credit: OCLC Research (flickr.com)

Rasanya tak cukup satu-dua jam untuk berkeliling di dalam Art Institute of Chicago. Perlu seharian penuh untuk melihat dan mempelajari seluruh isinya, bahkan jika perlu datang beberapa hari ke sini. Museum ini buka dari pukul 10:30 pagi, hingga 05:00 sore. Tiket yang diberlakukan seharga $25 untuk orang dewasa. Untuk pelajar, remaja usia 14-17 tahun, dan manula dikenakan harga $19. Sedangkan untuk anak-anak dan member museum tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.