Seni

Mengenang Jeihan Sukmantoro, Sang Maestro Lukisan Mata Hitam

Pinterest LinkedIn Tumblr

Dunia seni rupa Indonesia tengah kehilangan sosok berpengaruh dalam perkembangan seni lukis modern. Pada hari Jumat, 29 November 2019, pelukis Jeihan Sumantoro menghembuskan nafas terakhirnya di Bandung. Jeihan menghabiskan hari terakhir dalam hidupnya di Studio Jeihan yang beralamat di Jalan Padasuka No. 143 – 145, Bandung.

Jeihan
Image source: museummacan.org

Kepergian Jeihan tentu memberikan duka yang mendalam bagi keluarga, serta bagi para pelaku dan penikmat seni rupa. Karya-karya lukisnya menjadi bagian dari sejarah perkembangan seni rupa Indonesia. Kita masih dapat melihat beberapa karyanya yang tersimpan di Studio Jeihan.

Mengintip Studio Jeihan

Jeihan Sukmantoro lahir di Surakarta pada tanggal 26 September 1938. Ia menempuh pendidikan seni rupa di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1960. Karakter karya lukisnya terlihat pada sosok-sosok figuratif yang digambarkannya memiliki mata hitam penuh tanpa bagian putih. Mata hitam ini menjadi ciri khas dalam setia karyanya.

Jeihan
Image credit: instagram.com/museummacan

Karya-karya lukis Jeihan sudah banyak dikoleksi kalangan kolektor dan museum. Kita masih dapat melihat beberapa karyanya di Studio Jeihan di Bandung. Untuk menemukan letak studio ini tidaklah sulit. Lokasinya tak jauh dari Saung Angklung Udjo. Bangunan studio ini berupa rumah tiga lantai dengan cat warna oranye. Di bagian depan terdapat tulisan “Studio Jeihan” dengan plat silver yang tertera pada dinding bangunan.

Studio Jeihan
Image credit: instagram.com/atasiamin

Memasuki bagian dalam bangunan, terdapat lukisan-lukisan dengan figur perempuan bermata hitam. Ruangan studio ini terhitung luas, tak jarang berbagai acara kesenian digelar di sini, seperti musik dan tari tradisional. Penerangan ruangannya memanfaatkan cahaya alami dari luar melalui jendela-jendela berukuran besar. Di sudut ruangan terdapat set gamelan dan patung-patung.

Baca artikel terkait Mengenang Sang Maestro Lukis di Museum Affandi

Studio Jeihan terbuka bagi siapa pun yang ingin melihat dalamnya. Tidak ada tiket maupun peraturan lainnya, karena studio ini bersifat personal layaknya sebuah tempat tinggal. Semasa hidupnya, Jeihan sering menerima kunjungan para tamu di studionya ini. Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, ia memilih untuk kembali ke studio setelah menjalani berbagai pengobatan di rumah sakit. Sehari setelah kepergiannya, Jeihan dimakamkan di lahan di belakang studionya ini.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.