Seni dan Budaya

Mengenal Upacara Ngalaksa di Rancakalong, Sumedang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Setiap pertengahan tahun, tepatnya sekitar bulan Juli, ada salah satu kecamatan di Sumedang, Jawa Barat, yang ramai menggelar perayaan musim panen padi. Kecamatan tersebut adalah Rancakalong, daerah ini masih memegang teguh adat istiadat tradisi.

Perayaan musim panen padi di Rancakalong dikenal dengan upacara Ngalaksa. Ritual ini tidak terlepas dari keyakinan terhadap Dewi Sri Pohaci yang memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, salah satunya melalui padi sebagai sumber utama pangan.

Dahulu upacara Ngalaksa digelar tiga atau empat tahun sekali. Namun kini dilakukan setiap setahun sekali pada musim panen. Hal ini pun menjadikan upacara tersebut semakin ramai didatangi para wisatawan yang berkunjung ke Rancakalong.

Upacara Ngalaksa mengandung arti proses pembuatan bubur laksa yang terbuat dari tepung beras. Selama tujuh hari tujuh malam selama pelaksanaan perayaan ini, memang dilakukan pembuatan bubur laksa. Bubur ini menjadi simbol rasa syukur kepada Dewi Sri Pohaci.

Proses Membuat Bubur Laksa Selama Upacara Ngalaksa

Upacara Ngalaksa di Rancakalong
Upacara Ngalaksa di Rancakalong | Image credit: instagram.com/rizkyiskandar7

Masyarakat Rancakalong yang kesehariannya bertani, dalam upacara Ngalaksa terlibat dalam proses pembuatan bubur laksa. Prosesnya dilakukan secara bertahap, yang pertama adalah dengan menumbuk padi menjadi beras dengan lesung oleh para ibu-obu.

Setelah terpisah dari kulitnya, beras kemudian dicuci menggunakan alat tradisional bernama boboko. Lalu beras disimpan di bale-bale selama tiga hari sambal disirami dengan air daun combrang.

Proses selanjutnya, beras ditumbuk hingga halus sampai menjadi tepung beras. Kemudian tepung tersebut dibuat adonan dengan ditambahkan parutan kelapa. Adonan yang telah selesai dibuat, dibungkus daun dan dimasak di kuali besar hingga matang. Bubur laksa kemudian di bagian kepada masyarakat.

Puncak Upacara Ngalaksa dengan Pagelaran Tarawangsa

Ngalaksa Rancakalong
Tarawangsa, puncak Upacara Ngalaksa di Rancakalong | Image credit: instagram.com/zanzanyudha

Selain membuat bubur laksa, dalam rangkaian upacara Ngalaksa pun ada ritual menyimpan padi ke lumbung untuk diinapkan. Selama tujuh hari tujuh malam, suara alat musik tradisional tarawangsa dan jentreng terus dimainkan.

Pada malam puncak upacara, digelar tarian yang diiringi tarawangsa. Biasanya tarawangsa dimainkan oleh komunitas tradisi (rurukan) dari berbagai desa di Rancakalong. Tarian ini bertujuan untuk memanggil roh para leluhur untuk menari bersama, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.

Baca juga Menari Bersama Roh Leluhur dalam Pagelaran Tarawangsa

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.