Asal-usul Kalimantan Seni Seni dan Budaya Uncategorized

Mengenal Suku Kenyah di Desa Budaya Pampang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Mengenal adat budaya Indonesia salah satunya dengan traveling ke desa-desa yang masih memegang teguh gaya hidup tradisional. Banyak kampung adat yang masih bertahan di tengah era globalisasi kini. Salah satunya adalah Desa Pampang yang dihuni Suku Kenyah di Samarinda, Kalimantan Timur.

Suku Kenyah
Image credit: WIL (flickr.com)

Desa yang berada di tepi Sungai Siring ini merupakan komunitas masyarakat Suku Dayak Apokayan dan Kenyah. Sejak tahun 1991, desa ini ditetapkan sebagai Desa Budaya oleh Gubernur Kalimantan Timur. Hal tersebut menjadikan Desa Pampang sebagai sorotan wisata budaya yang ada di Kalimantan.

Akses menuju desa tersebut melewati jalan masuk yang panjangnya sekitar 6 kilometer. Kita akan menemukan penanda desa berupa gerbang yang dihiasi dengan ornamen khas Suku Dayak. Di sekitar kawasan Desa Pampang, terdapat pula perkampungan yang dihuni oleh masyarakat Suku Bugis.

Pindah ke Pampang

Suku Kenyah bukanlah penghuni lama daerah Desa Pampang. Pada awalnya mereka tinggal di Serawak, daerah yang kini merupakan bagian dari Malaysia. Kemudian pada abad ke-17 mereka melakukan migrasi karena peningkatan populasi dari yang signifikan. Karena hal tersebut, Suku Kenyah memutuskan untuk mencari tempat baru ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur seperti Apo Kayan, Bulungan, dan Kutai.

Sebelum sampai di Desa Pampang, proses perpindahan tersebut memakan waktu yang sangat lama, bisa hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Mereka mempertimbangkan ketersediaan lahan untuk berladang, juga fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit. Masyarakat Suku Kenyah pun bahkan bekerja di perusahaan kayu sebagai mata pencahariannya.

Salah satu masyarakat yang bekerja di perusahaan kayu, pindah ke daerah Pampang. Berita tersebut menyebar ke orang-orang Kenyah dan mereka tertarik untuk pindah ke Pampang karena dekat dengan Samarinda dan memiliki fasilitas publik yang menunjang.

Perayaan Pelas Tahun

Setiap tahunnya, Suku Dayak Kenyah di Desa Pampang menggelar upacara adat bernama Pelas Tahun. Upacara tersebut diselenggarakan ketika waktu panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Di desa ini, Pelas Tahun mulai diselenggarakan pada tahun 1999. Berbagai hiburan dan kudapan disajikan pada acara tersebut. Kita pun dapat menikmati penampilan tari tradisional seperti Tari Enggang Terbang, Tari Hudoq, Tari Gong, dan masih banyak lagi.

Image credit: WIL (flickr.com)

Meski datang di luar acara Pelas Tahun, kita tetap dapat menonton tarian-tarian tradisional di Desa Pampang. Sebagai desa budaya, perkampungan ini memberikan suguhan ragam budaya tradisional setiap harinya mulai dari tarian, hingga kerajinan-kerajinan tradisional yang dapat dijadikan buah tangan.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.