Seni dan Budaya

Mengenal Honai, Rumah Adat Tradisional Suku Dani di Papua

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kekayaan ada budaya Indonesia dapat kita nikmati mulai dari Sabang hingga Merauke. Di Indonesia bagian Timur, tepatnya di Papua, hidup beberapa suku tradisi yang masih mempertahankan adatnya. Salah satunya adalah Suku Dani. Masyarakat tradisional suku ini tinggal di rumah adat yang kita kenal dengan nama rumah Honai.

Ada Honai Laki-laki dan Honai Perempuan

Rumah Honai
Rumah Honai | Image credit: instagram.com/tehhanlin

Jenis Honai dibedakan menjadi Honai laki-laki dan Honai perempuan. Honai laki-laki ukurannya lebih besar, biasanya berukuran lebih besar karena digunakan sebagai tempat pertemuan kelompok dan menerima tamu. Sedangkan Honai perempuan memiliki ukuran lebih kecil. Fungsinya untuk tempat tidur wanita dan anak.

Terbuat dari Bahan-Bahan Alami

Pada awal mulanya, masyarakat Suku Dani memerlukan sebuah perlindungan dari dinginnya cuaca di waktu malam. Dahulu kala, sebelum mengenal rumah Honai, mereka tinggal di bawah pohon-pohon besar. Kemudian mereka mengumpulkan kayu-kayu dan rumput kering untuk dijadikan rumah yang dapat menahan dingin dan hujan.

Rumah Honai
Rumah Honai | Image credit: instagram.com/yosuas_

Masyarakat Suku Dani melakukan pembangunan rumah dengan cara bergotong royong. Mereka membawa bahan-bahan dari hutan. Kayu-kayu dibuat sebagai tiang tengah dan dinding rumah. Rumput alang-alang digunakan untuk bagian atap. Kemudian bambu-bambu disusun menjadi alat tempat tidur.

Biasanya ada empat buah pohon muda yang menjadi pilar penyangga utama. Dinding bangunannya sengaja dibuat tanpa jendela, hanya ada satu pintu untuk akses keluar masuk. Hal tersebut bertujuan agar dapat menahan hawa dingin dari luar. Selain itu, pada bagian tengah rumah biasanya dinyalakan api unggun untuk menghangatkan ruangan.

Dapat Dihuni Hingga 10 Orang

Denah rumah Honai berbentuk lingkaran. Diameternya dapat mencapai 6 meter. Rumah ini biasanya dibagi menjadi tiga bangunan yang berbeda disesuaikan dengan fungsinya. Ada bangunan untuk tempat tidur, makan bersama, dan kendang ternak.
Masyarakat Suku Dani biasanya tidur dengan posisi melingkar. Bagian kepalanya di tengah ruangan, sementara kaki-kakinya di sisi luar. Rumah ini dapat dihuni oleh 5 hingga 10 orang.

Baca juga Menari Bersama Roh Leluhur dalam Pagelaran Tarawangsa

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.