Kepulauan Riau Kuliner

Mengenal Gonggong, Hidangan Laut yang Ikonik dari Pulau Bintan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bertandang ke Pulau Bintan, kamu akan dengan mudah menemukan gonggong, hewan laut sejenis siput atau kerang yang merupakan spesies endemik di sana. Hewan yang memiliki nama latin Strombus canarium ini memiliki panjang hingga 7 cm dan masih satu rumpun dengan molusca.

Selain itu, gonggong juga sangat melekat dengan kehidupan masyarakat lokal. Bahkan ada suatu bangunan di Tanjung Pinang, Ibu Kota Kepulauan Riau, dengan bentuk yang menyerupai cangkang hewan ini. Kalau dilihat, gedung tersebut mirip Keong Mas di Taman Mini Jakarta atau Disney Opera House di Australia.

gedung gonggong di tanjung pinang
Gedung Gonggong , Tanjung Pinang, Kepulauan Riau Image source: @realtamiii

Bukan hanya menginspirasi gaya arsitektur saja, tapi gonggong juga menjadi kuliner ikonik di Pulau Bintan. Banyak yang percaya bahwa hewan ini tinggi protein dan lemak baik. Penasaran dengan hidangan laut khas Kepri, khususunya Pulau Bintan ini? Yuk cari tahu selengkapnya!

Jenis dan Kandungan Gizi

Image source: @s_n_a_n

Sebenarnya biota laut ini memiliki jenis yang beragam, tapi hanya empat saja yang bisa dikonsumsi, yaitu gonggong ayam (sebutan yang diberikan oleh para nelayan) dengan ciri-ciri berwarna hitam dan ukuran kecil. Jenis lain yang bisa dimakan yaitu yang bercangkang tipis / tebal dengan warna putih, dan berwarna merah dengan cangkang yang tebal.

Image source: @zifairuz.ad

Kandungan gizinya pun perlu diperhitungkan. Dalam 100 gram gonggong, kamu akan mendapatkan 31, 19% protein, 24,9% lemak, dan 4,1% karbohidrat. Karena kandungan gizinya yang tinggi serta mudah didapatkan, tidak heran bila biota laut ini sangat populer di Kepulauan Riau dan bahkan merambah hingga ke pulau-pulau lainnya. Hidangan ini sering juga disajikan di acara-acara besar dan resmi atau di restoran seafood. Wisatawan yang datang ke Kepri pun tidak ingin ketinggalan untuk mencicipinya.

Proses Pengolahan

Image source: @kaptenkerang.batam

Daripada membeli di restoran seafood, warga setempat lebih memilih untuk membuat hidangan gonggong sendiri. Mereka mencari hewan ini saat air laut surut agar mereka bisa melangkah ke tengah laut dengan genangan air setinggi mata kaki. Hewan ini berada di antara rumput-rumput laut dan lumpur. Warga bisa mendapatkan tangkapan lebih banyak lagi saat musimnya.

Mengolah gonggong pun terbilang mudah. Hanya direbus saja setelah dicuci bersih, hidangan ini sudah siap untuk disantap. Jangan lupa untuk menambahkan garam dan jahe secukupnya untuk menetralisir bau amis. Untuk menambah cita rasa, jangan lupa menyantapnya dengan saos pedas atau sambal.

Image source: @dr.sigidkirana

Selain diolah secara sederhana, hewan laut ini juga bisa dimasak hingga menjadi hidangan istimewa. Ada satu kuliner tradisional khas Melayu yang disebut pais gonggong yang dibungkus dengan daun mengkudu sebelum dimasak. Biota laut ini juga bisa dimasak dengan bumbu/saus lain seperti asam manis.

Image source: sarihusada.co.id

Saat menyantap gonggong, pastikan kamu tidak memakan kakinya. Kaki hewan ini memiliki gerigi yang tajam sehingga berbahaya bila termakan. Maka dari itu, sebaiknya kerang laut ini direbus dalam keadaan hidup supaya kakinya keluar sedikit dari cangkang. Jadi, saat kamu mengeluarkan dagingnya dengan menggunakan tusuk gigi, bagian kakinya akan terlihat dengan jelas dan tidak akan termakan.

Avatar
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.