Seni dan Budaya

Menari Bersama Roh Leluhur dalam Pagelaran Tarawangsa

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jawa Barat menyimpan banyak kekayaan seni budaya tradisi yang masih bertahan hingga kini. Salah satunya adalah Tarawangsa. Kesenian ini masih digelar di beberapa daerah seperti di Baduy, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya. Salah satu yang terkenal dan rutin digelar berlokasi di Kecamatan Rancakalong, Sumedang.

Tarawangsa merupakan instrumen semacam rebab yang memiliki dua hingga empat dawai. Biasanya tarawangsa dimainkan dengan iringan kecapi tujuh senar yang disebut dengan jentreng. Kedua alat musik tradisional ini selalu dimainkan bersamaan dalam setiap pagelaran tarawangsa.

Digelar Dalam Puncak Upacara Ngalaksa

Tarawangsa
Suasana Rancakalong | Image credit: instagram.com/gigipriadji

Kesenian ini tidak terlepas dari upacara Ngalaksa yang digelar selama tujuh hari tujun malam. Upacara tersebut dilaksanakan setelah musim panen, sebagai bentuk penghormatan kepada Dewi Sri Pohaci yang diyakini sebagai pemberi kehidupan.

Bunyi dari tarawangsa dan jentreng yang dimainkan sangat kental dengan suasana yang sakral selama upacara Ngalaksa berlangsung. Selama itu pula, para ibu-ibu dan bapak-bapak yang bekerja sebagai petani, melakukan proses pembuatan bubur laksa. Kudapan tersebut terbuat dari tepung beras yang berasal dari padi hasil panen.

Pagelaran tarawangsa dilakukan di sebuah panggung yang dekat dengan lumbung padi. Di atas panggung, disusun pula berbagai sesaji yang akan terus diganti selama tujuh hari. Pada puncak upacara di hari terakhir, pagelaran ini diiringi dengan tarian-tarian sakral dari masyarakat sekitar.

Tarian Tarawangsa Mengundang Roh Leluhur

Tarawangsa
Tarawangsa | Image credit: instagram.com/oktacreatos

Tarian yang dihadirkan pada puncak upacara diikuti oleh laki-laki dan perempuan secara bergantian. Ada beberapa tahapan tarian yang bertujuan untuk menjemput dan mengantar roh para leluhur. Lagu pengiringnya pun menggambarkan proses penjemputan tersebut yang mengundang roh untuk menari bersama.

Beberapa penari yang menjadi media para roh, akan kehilangan kesadarannya. Namun ia tetap bergerak menari mengikuti musik. Proses ini pun merupakan suatu bentuk komunikasi antara manusia dengan kekuatan yang gaib.

Selain itu, pagelaran tarawangsa pun menjadi sarana silaturahim yang mempersatukan masyarakat desa. Tak jarang orang-orang dari berbagai tempat di luar daerah pun sengaja datang untuk melihat kesakralan kesenian ini.

Baca juga Ternyata Begini Asal Mula Terciptanya Tari Merak

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.