Asal-usul Jawa Seni dan Budaya

Lasem, Tiongkok Kecil di Pesisir Utara Jawa

Pinterest LinkedIn Tumblr

Berencana berlibur ke Jawa Tengah? Jangan lewatkan kawasan yang satu ini. Lasem, letaknya berada di Kabupaten Rembang. Kecamatan ini menyimpan sejarah yang panjang dalam akulturasi budaya Jawa dan Tiongkok. Ada banyak peninggalan budayanya yang masih bertahan hingga kini. Maka tak heran jika kawasan ini mendapatkan julukan “Tiongkok Kecil”.

Awal Mula Terjadinya Akulturasi Budaya

Lasem
Lasem | Image credit: Mike Photo Center (flickr.com)

Akulturasi budaya yang terjadi di Lasem berawal sejak kedatangan para pedagang dari Tiongkok di pesisir utara Jawa pada masa pemerintahan Dinasti Ming. Puncaknya adalah ketika Laksamana Cheng Ho ditugaskan untuk melakukan perjalanan ke Nusantara untuk menjalin hubungan diplomatik dengan para petinggi kerajaan di Jawa.

Di kecamatan ini, orang-orang Tionghoa sejak awal kedatangannya membangun permukiman di sekitar kawasan Jalan Jatirogo dan sekitar tepi sungai di sepanjang dermaga. Permukiman yang dibangun mengikuti konsep tata ruang feng shui.

Kelenteng-Kelenteng Peninggalan Masa Lalu

Lasem
Kelenteng Cu An Kiong | Image credit: Albertna (flickr.com)

Ada beberapa bangunan peninggalan masa lalu di Lasem yang masih bertahan hingga kini. Salah satunya adalah Kelenteng Cu An Kiong (Kelenteng Mak Cho). Kelentang tua ini berlokasi di Jalan Dasun No. 9.

Belum ada sumber yang menemukan kapan tepatnya kelenteng ini dibangun. Namun pada prasasti di dalam kelenteng ini terdapat catatan perbaikan bangunan yang paling tua dilakukan pada tahun 1838 atas prakarsa dari Kapitan Lin Changling.

Selain Kelenteng Cu An Kiong, kelenteng lain yang menjadi landmark Lasem adalah Kelenteng Gie Yong Bio. Kelenteng ini didedikasikan untuk dua orang pahlawan dari Dinasti Ming, yakni Chen (Tan) Sixian dan Huang (Oei) Daozhou. Ada versi lain yang menyatakan bahwa marga Tan dan Oei merupakan dua marga yang pertama kali mendarat di Lasem.

Lasem
Bagian interior Kelenteng Cu An Kiong | Image credit: Albertna (flickr.com)

Kelenteng lainnya yang berada di kecamatan ini adalah Kelenteng Poo An Bio. Letaknya berada di tepi Kali Lasem, tepatnya di Jalan Karangturi VII/13. Tempat ibadah ini diduga sebagai kelenteng tertua kedua di Lasem setelah Kelenteng Cu An Kiong.

Pendirian Kelenteng Poo An Bio pun seiring dengan perkembangan permukiman Tionghoa di kawasan Karangturi. Kelenteng ini pun tidak diketahui tahun pertama kali pendiriannya. Namun ada sebuah inskripsi tertua di dalam kelenteng ini yang menuliskan tahun 1895.

Masih ada beberapa lokasi menarik yang berada di Lasem, seperti Omah Lawang Ombo, Kampung Batik Karangturi, Masjid Jami Lasem, hingga Pantai Caruban. Jika ingin menikmati kuliner khas kawasan ini, jangan lewatkan untuk mencicipi Lontong Tuyuhan yang menjadi khas Tiongkok Kecil ini.

Baca juga Asal Usul Batik Lasem di Jawa Tengah

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.