Inspirasi Travel Tips

Terpaksa Naik Pesawat Saat Covid-19, Kursi Mana yang Strategis?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Hingga di penghujung maret, wabah covid-19 masih menghantui Indonesia, hingga sektor pariwisata merugi. Banyak pula pesawat batal terbang karena wabah satu ini. Banyak cara atau upaya menghindari covid-19 atau virus corona, di antaranya menjaga kebersihan tangan, menguatkan sistem imun dengan mengonsumsi vitamin dan jaga pola makan. Kemudian, jika tubuh mulai menunjukkan gejala atau sedang tidak sehat, gunakan masker. Langkah terakhir adalah, tetap berada di rumah selama wabah masih menyebar. Hanya saja, bagi kamu yang diharuskan untuk pergi menggunakan pesawat, kamu harus bagaimana?

Jika mengutip The Independent, ada penelitian yang menunjukkan jika penumpang pesawat ingin terhindar dari penyakit – terutama covid-19, ada kursi terbaik yang bisa dipilih. Terdapat studi pada tahun 2018 mengungkapkan jika perilaku, gerakan, dan transmisi penyakit pernapasan dapat ditularkan melalui cairan selama penerbangan maskapai lintas benua.

Kursi Dekat Jendela Memiliki Potensi Tidak Tertular Virus dan Penyakit Saat Menggunakan Pesawat

Terpaksa Naik Pesawat Saat Covid-19, Kursi Mana yang Strategis?
wikimedia.org

Untuk itu, Universitas Emory Atlanta mengungkapkan jika penumpang pesawat mendapatkan kursi dekat jendela. Akan lebih sedikit mendapatkan kontak dengan penumpang lain daripada penumpang yang duduk di kursi lain.

Hal tersebut bisa terjadi karena penumpang yang duduk di dekat jendela cenderung memiliki pergerakan sedikit di sekitar pesawat dengan persentase 43 persen. Sementara penumpang yang duduk di lorong bisa mendapat pergerakan yang lebih tinggi hingga 80 persen. Pasalnya, mereka yang duduk dekat jendela jarang mendapatkan kontak dengan penumpang lain. Sementara kursi tengah bisa mendapat kontak dengan penumpang lain hingga 58 kontak. Kemudian untuk penumpang yang duduk di lorong bisa mendapatkan kontak dengan penumpang lainnya hingga 64 kontak.

Jika digambarkan lebih jelas, seorang penumpang yang sakit duduk di kursi lorong. penumpang tersebut berpotensi menularkan virus atau penyakit kepada penumpang yang duduk di tengah dan samping lorong. Ada kemungkinan juga penumpang tersebut menularkan virus pada penumpang yang duduk di depan dan belakangnya yang berada di lorong.

Walau begitu, perlu dicamkan pula jika penelitian tersebut menyatakan jika potensi penularan virus atau penyakit pada penerbangan cenderung rendah.

Selain Posisi Duduk Memengaruhi Penularan Virus dan Penyakit, Pramugari yang Sedang Sakit Memiliki Potensi Tinggi Menularkan Penyakit

Terpaksa Naik Pesawat Saat Covid-19, Kursi Mana yang Strategis?
wikimedia.org

Selain penularan melalu penumpang, peluang penumpang pesawat terpapar virus atau penyakit pun bisa dari pramugari. Jika pramugari penerbangan sedang sakit, potensi penularan bisa tinggi. Karena pramugari akan lebih sering bergerak di dalam kabin.

Potensi penularan pada penumpang yang duduk di kursi dekat lorong dan tengah memiliki kemungkinan terinfeksi 4 hingga 5 persen. Sementara itu, penumpang dekat jendela jauh lebih aman, karena peluang infeksi bisa 1 hingga 0 persen.

Howard Weiss, sebagai salah satu leader penelitian tersebut mengatakan jika simulasinya menunjukkan fakta. Bahwa pramugari yang sedang mengidap penyakit menular dapat menyebabkan sejumlah orang terinfeksi. Sehingga sebaiknya pramugari yang sedang sakit, tidak terbang terlebih dahulu. Studi yang dilakukannya pun diikuti oleh anggota tim yang terbang dalam 10 penerbangan. Selain itu, sebagian besar dengan pesawat Boeing 757, berdurasi antara 3,5 jam dan 5 jam dari Atlanta menuju 5 tujuan Pantai Barat AS.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.