Seni dan Budaya

Kenali Kebudayaan Yogyakarta di 5 Museum Ini

Pinterest LinkedIn Tumblr

Yogyakarta selalu menjadi pilihan paket lengkap untuk berlibur. Di sini, kita bisa menikmati beragam panorama alam mulai dari pantai hingga pegunungan. Jika berjalan-jalan di area perkotaan pun banyak ragam destinasi menarik mulai dari kuliner hingga fashion. Suasana kebudayaan tradisional di Yogyakarta pun menjadi salah satu hal yang jarang ditemukan di tempat lain. Bagi kamu yang ingin berlibur sekaligus mengenal kebudayaan Yogyakarta, Holamigo telah merangkum lima museum yang wajib kamu kunjungi dalam ulasan berikut ini.

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu
Image credit: MiaJobs (flickr.com)

Terletak di Jalan Boyong Kaliurang KM 25, Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu merupakan memorabilia keluarga bangsawan dari empat Dinasti Mataram. Di sini kita bisa melihat beragam kesenian tradisional seperti batik, gamelan, hingga lukisan dari keluarga Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Museum Ullen Sentalu dikembangkan sejak tahun 1994 oleh keluarga Haryono yang pada saat itu berada di bawah Yayasan Ullen Sentalu. Kini yayasan tersebut berganti nama menjadi Yayasan Ulating Blencong. Suasana sejuk dengan pepohonan yang rimbun membuat kita betah berlama-lama menikmati beragam koleksi museum.

Museum Rumah Budaya Tembi

Image credit: starjogja.com

Di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, terdapat museum yang menyimpan informasi sejarah dan budaya Jawa bernama Museum Rumah Budaya Tembi. Koleksi yang dimiliki museum ini mencapai 1.200 buah alat tradisional keseharian. Peralatan tersebut meliputi pekakas dapur, alat bercocok tanam, hingga memancing.

Selain alat-alat tradisional, di Museum Rumah Budaya Tembi pun kita bisa melihat koleksi foto-foto dan poster jaman dahulu, hingga kendaraan kuno. Di perpustakaan museum ini pun terdapat koleksi naskah yang jumlahnya mencapai 5.000 buah. Selain ruang pamer museum, di kawasan museum ini terdapat tempat penginapan, ruang pertemuan, pendopo, restoran, juga kolam renang.

Museum Keraton Yogyakarta

Image credit: Ismail Ibrahim (flickr.com)

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi komplek Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tanpa menjelajahi koleksi yang ada di dalamnya. Bangsal-bangsal yang berada di dalam kawasan keraton kini digunakan sebagai museum tempat penyimpanan benda-benda budaya, terutama peninggalan keluarga Kesultanan Yogyakarta.

Pintu masuk Museum Keraton Yogyakarta berada di hadapan Alun-Alun Utara. Ketika masuk ke dalamnya, kita akan melihat koleksi gamelan, batik, keramik, pakaian adat, lukisan, hingga kereta kerajaan. Kita pun bisa melihat Bangsal Manguntur Tangkil yang berada di dalam Bangsal Siti Hinggil di bagian tengah komplek keraton ini. Bangsal ini merupakan tempat penobatan para sultan Yogyakartan.

Museum Puro Pakualaman

Image credit: visitingjogja.com

Puro Pakualaman yang terletak di Jalan Sultan Agung, Yogyakarta, merupakan istana kecil yang menjadi tempat tinggal Pangeran Paku Alam dari tahun 1813 hingga 1950. Hingga kini Puro Pakualaman masih menjadi tempat tinggal Sri Paduka Paku Alam IX. Di bagian Bangsal Sewatama terdapat Museum Puro Pakualaman yang terbuka untuk umum.

Di dalam Museum Puro Pakualaman tersimpan beragam benda bersejarah peninggalan keluarga Pakualaman. Koleksi yang di tampilkan antara lain senjata tradisional, perlengkapan upacara adat, foto-foto, dokumen, dan lukisan. Untuk masuk ke dalam museum ini, kita perlu melewati gerbang depan yang bernama “Regol Wiwara Kusuma”.

Museum Sonobudoyo

Museum di Yogyakarta
Image credit: Tourism IUP UGM 2012 (flickr.com)

Diresmikan sejak tahun 1935, Museum Sonobudoyo menjadi salah satu sumber pengetahuan mengenai kebudayaan di Jawa, Bali, dan Lombok. Museum ini berlokasi di Jalan Trikora No. 6, Yogyakarta. Museum ini memiliki koleksi yang jumlahnya mencapai sekitar 43.000 buah. Koleksi tersebut dibagi ke dalam 10 kategori, yakni geologika, biologika, etnografika, arkeologi, numismatika/heraldika, historika, filogika, keramilogika, seni rupa, dan teknologika.

Selain kebudayaan tradisional Jawa, Bali, dan Lombok, Museum Sonobudoyo juga menyimpan artefak kebudayaan pra-sejarah juga kebudayaan Islam. Setiap pukul 8 malam, di museum ini digelar pertunjukan wayang kulit. Cukup dengan membayar Rp 20.000, kita dapat menikmati pagelaran wayang ini.

Baca juga Berkenalan dengan 7 Candi di Yogyakarta

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.