Asal-usul Destinasi Indonesia Jawa Seni Seni dan Budaya

Jalan-jalan ke 4 Candi di Situs Percandian Batujaya, Jawa Barat

Pinterest LinkedIn Tumblr

Adat budaya di negeri ini selalu menjadi hal yang menarik untuk dijelajahi. Beragam tempat bersejarah bisa kamu datangi ketika traveling di Indonesia. Jika liburan ke Tanah Priangan, datanglah ke Desa Segaran yang letaknya berada di Kabupaten Karawang. Di sana terdapat sebuah komplek percandian dengan luas mencapai 5 km2 bernama Batujaya. Lokasinya tidak jauh dari Terminal Rengasdengklok.

Situs percandian Batujaya ini berada di areal persawahan dan rumah penduduk. Masih banyak peninggalan purbakala di sana yang masih tertimbun dengan tanah. Penggalian dan penelitian tekait artefak bersejarah tersebut masih terus dilakukan hingga sekarang, di bawah pengawasan Tim Peneliti Situs Batujaya dari Universitas Indonesia.

Tidak seperti candi berbahan batu yang biasa ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, candi-candi di Batujaya ini memiliki material bata merah yang disusun berundak membentuk stupa simetris. Sampai saat ini belum ada data yang diperoleh tentang latar belakang pembangunan candi ini. Namun percandian di Batujaya diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Tarumanegara.

Dari proses penggalian dan penelitan yang telah dilakukan selama lebih dari 30 tahun ini, ada 4 candi yang sudah dipugar meski bentuknya masih belum sempurna. Nah, berikut ini adalah candi-candi yang bisa kita lihat di area situs percandian Batujaya.

Candi Jiwa

Candi Jiwa | Image credit: batujaya.com

Dibandingkan 3 candi lainnya, Candi Jiwa memiliki bentuk yang mendekati sempurna. Candi ini memiliki struktur berbentuk seperti bunga padma (teratai) di bagian atasnya. Di keempat sisinya tidak ada tangga maupun pintu masuk. Bangunannya dikelilingi oleh pradaksinapatha, yakni sebuah jalan selebar 1,5 meter yang digunakan dalam prosesi peribadatan umat Buddha.

Candi Blandongan

Candi Balandongan | Image credit: situsbudaya.id

Berbeda dengan Candi Jiwa, Candi Blandongan memiliki tangga pada sisi bangunannya. Di sekitar candi ini terdapat sisa-sisa komponen bangunan berupa gundukan bata dan tanah. Ketika proses ekskavasi, di Candi Blandongan ditemukan potongan-potongan amulet (tanda ziarah ketika seseorang mengunjungi tempat suci). Menurut penelitian, amulet tersebut menjadi petunjuk kapan berdirinya percandian ini, yakni pada abad ke-5 hingga 7 Masehi.

Candi Serut

Candi Serut bentuknya terlihat miring. Bagian depannya lebih ke bawah daripada bagian belakangnya. Di bagian dalam candi terdapat lubang berbentuk segi empat dengan ukuran bibirnya 1 x 1 meter. Lubang ini diperkirakan merupakan sumur dalam bagian bangunan candi.

Candi Sumur

Berbeda dari semua candi, bentuk dari Candi Sumur ini berupa susunan batu yang melingkari sebuah lubang di bagian tengahnya. Di situs ini pun dibuatkan atap teduh dan pagar di sekelilingnya agar pengunjung dapat berteduh.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.