Asal-usul

Intip 5 Hotel Tua di Berbagai Kota di Indonesia

Pinterest LinkedIn Tumblr

Setelah kemerdekaan Indonesia, banyak aset yang sebelumnya dimiliki oleh pihak Belanda kemudian kelola oleh bangsa Indonesia. Banyak perusahan dan gedung-gedung yang diambil alih oleh masyarakat dalam negeri. Salah satunya dalam bidang perhotelan. Hingga kini, banyak hotel-hotel tua dari masa Hindia Belanda yang bertahan. Dalam ulasan kali ini, Holamigo merangkum 5 hotel tua yang berada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Hotel Sriwijaya , Jakarta

Image credit: Dellawati Wijaya (flickr.com)

Berada di ujung Jalan Veteran, Jakarta, Hotel Sriwijaya sudah berdiri sejak tahun 1863. Pada awalnya bangunan hotel ini berupa restoran milik Conrad Alexander Willem Cavadino. Usahanya tersebut semakin berkembang. Bangunan utama kemudian dikembangkan menjadi penginapan bernama Hotel Cavadino di tahun 1872, sementara usaha sebelumnya dipindahkan ke bagian depan bangunan hotel.

Saat ini, Hotel Sriwijaya menjadi hotel tertua yang masih bertahan di Jakarta. Bangunan depan hotel ini masih mempertahankan arsitektur lama bergaya empire dengan pilar-pilar di bagian depannya. Di dalam hotel ini pun terpajang foto-foto Batavia tempo dulu.

Grand Hotel Preanger, Bandung

Hotel Preanger
Image credit: kscope (flickr.com)

Pada masa Hindia Belanda, di kota Bandung terdapat dua hotel megah di pusat kota. Hotel-hotel tersebut adalah Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homann. Hotel Preanger berada sudut persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Asia Afrika. Sebelum hotel ini berdiri, dahulu terdapat sebuah toko milik pemilik perkebunan di Priangan. Setelah tokonya bangkrut, pada tahun 1897 toko tersebut berubah menjadi hotel bernama Hotel Preanger.

Renovasi bangunan hotel dilakukan pada tahun 1929. Bangunan hotel ini menampilkan gaya art deco yang dirancang oleh arsitek Wolff Schoemaker. Sejumlah tokoh ternama seperti Charlie Chaplin dan Amelia Mary Earheart pernah menginap di hotel ini ketika berlibur ke Bandung.

Hotel Savoy Homann, Bandung

Hotel Savoy Homann
Image credit: Aam Muharam (flickr.com)

Tak jauh dari Grand Hotel Preanger, terdapat hotel tua mewah lain bernama Hotel Savoy Homann. Hotel ini merupakan usaha penginapan milik Keluarga Homann. Renovasi besar-besaran pada bangunan hotel ini dilakukan pada tahun 1939 dengan menggaet A.F. Aalbers sebagai arsiteknya.

Ketika tahun 1955, Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika. Para delegasi menginap di Hotel Savoy Homann dan berjalan kaki menuju Gedung Merdeka untuk menghadiri konferensi. Kamar-kamar hotel yang ditempati para petinggi negara tersebut hingga kini masih terawat dan disewakan untuk umum.

Hotel Inna Garuda, Yogyakarta

Hotel Inna Garuda
Image credit: Ya, saya inBaliTimur (flickr.com)

Di ujung utara Jalan Malioboro, Yogyakarta, hingga kini masih berdiri Hotel Inna Garuda nan megah. Hotel ini dibangun pada tahun 1908 dengan nama Grand Hotel De Djokdja. Dalam sejarah perkembangannya, hotel ini telah berganti nama sebanyak enam kali.

Kini bangunan Hotel Inna Garuda ditambahkan dengan bangunan baru bertingkat di bagian belakang. Meski begitu, kita masih bisa melihat bagian bangunan asli di depannya. Interior hotel pada bangunan lama masih menggunakan furnitur kayu klasik.

Hotel Majapahit, Surabaya

Hotel Majapahit
Image credit: Ya, saya inBaliTimur (flickr.com)

Di Surabaya, terdapat hotel mewah yang dibangun pada tahun 1910 bernama Hotel Majapahit. Sempat berganti nama beberapa kali, hotel ini ketika masih bernama Hotel Yamato pernah menjadi saksi peristiwa Pertempuran Surabaya. Pada 19 september 1945, para pejuang Indonesia melakukan perobekan bendera Belanda yang berkibar di hotel ini.

Sebagian besar bangunan lama hotel masih terawat hingga kini. Meski beberapa bagian interiornya sudah mengalami beberapa kali renovasi, namun kita masih bisa merasakan kemegahan dan kemewahan Hotel Majapahit hingga kini.

Baca juga Menyusuri Gereja-Gereja Tua di Jakarta

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.