Kuliner

Hal Menarik Seputar Brengkes Tempoyak, Kuliner Tradisional SumSel

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sumatera Selatan menyajikan berbagai kuliner khas yang tak boleh dilewatkan pecinta kuliner, salah satunya brengkes tempoyak. Berbicara tentang kuliner tradisional ini, ada beberapa fakta menarik yang perlu kamu ketahui. Dari mulai bahan-bahan yang digunakan sampai cara memasaknya yang ternyata memerlukan keahlian dan pengetahuan khusus. Ingin tahu selengkapnya? Yuk simak informasi berikut ini!

Fermentasi Durian

Image source: Flickr.com / Thomas Bujang

Salah satu hal menarik dari brengkes tempoyak yaitu adanya penggunaan fermentasi durian dalam kuliner ini. Fermentasi durian yang dicampur dengan garam dikenal dengan sebutan tempoyak. Untuk menghasilkan rasa kuliner yang nikmat, durian yang digunakan haruslah garing, matang, dan memiliki kadar air yang sedikit. Setelah itu difermentasi selama satu sampai dua minggu.

Penggunaan Beragam Rempah

Image source: @shasha.life

Brengkes tempoyak diolah dengan menggunakan beragam bumbu dan rempah, seperti laos, kunyit, sereh, cabai merah, dan bawang. Bahan-bahan ini dihaluskan bersama gula jawa hingga halus dan dicampurkan ke dalam tempoyak. Dari perpaduan bumbu khas dan tempoyak, kamu akan merasakan campuran rasa asam, pedas, gurih, dan manis saat mencicipi kuliner khas Sumsel ini.

Serupa Pepes

Image source: @cempakarayafood

Dalam Bahasa Jawa, brengkes hampir serupa maknanya dengan pepes. Makanya brengkes tempoyak memiliki penampilan yang serupa dengan pepes. Proses pengolahannya pun hampir mirip, yaitu ikan yang dibungkus daun bersama bumbu dan rempah kemudian dikukus seperti pepes. Yang membedakan kuliner tradisional Sumsel dengan pepes ikan pada umumnya ialah dari bumbu yang digunakannya saja.

Ikan Patin

Image source: @pempek_waktolib

Sumatera Selatan dikenal dengan kekayaan baharinya. Maka dari itu, tidak aneh bila kuliner tradisionalnya pun banyak yang berbahan dasar ikan, salah satunya brengkes tempoyak. Untuk kuliner ini, ikan yang digunakan sebagai bahan utama adalah ikan patin. Penggunaan ikan jenis ini sebenarnya sudah umum di berbagai kuliner tradisional Sumatera Selatan. Padahal menggunakan ikan jenis lain seperti gurame pun tetap diperbolehkan. Hanya saja menggunakan ikan patin dapat mempertahankan cita rasa otentik dari kuliner ini.

Memerlukan Keahlian Khusus

Cara membuat brengkes tempoyak sebenarnya sangatlah sederhana. Ikan patin yang telah dibersihkan sisiknya kemudian dipotong dengan ukuran sesuia selera. Setelah itu bumbu yang telah dihaluskan dan dimasak dicampur dengan tempoyak.  Setelah bumbu dan tempoyak tercampur, ikan patin bisa dimasukan dan masak hingga bumbu meresap ke dalam ikan. Mudah, bukan?

Tapi tunggu dulu! Meskipun tampak mudah, dibutuhkan keahlian khusus untuk menghasilkan brengkes tempoyak dengan cita rasa khas Sumatera Selatan. Pasalnya tidak mudah menggabungkan dua unsur yang berbeda seperti  ikan dan durian dalam satu hidangan. Maka dari itu, keahlian dan pengetahuan mengenaik kuliner ini sangatlah diperlukan agar rasa dari ikan patin dan durian dapat menyatu.

Dini
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.