Asal-usul Seni Seni dan Budaya

Gereja Katedral Jakarta, Kemegahan Sejak Abad Ke-19

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bagi warga Jakarta, pasti tak asing lagi dengan bangunan bergaya gothic yang lokasinya berada di seberang Masjid Istiqlal ini. Sebuah gereja megah dengan 3 menara yang menjulang tinggi. Gereja tersebut lebih populer dengan nama Gereja Katedral Jakarta. Nama resminya adalah De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming, yang artinya Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga.

Rupa fisik Gereja Katedral Jakarta ketika pertama didirikan tahun 1829, berbeda dari bentuknya yang sekarang. Selama puluhan tahun dilakukan renovasi dikarenakan terjadi beberapa kali kerusakan pada bagian bangunan. Renovasi total baru dilakukan pada tahun 1891, dengan rancangan bangunan yang dibuat oleh Antonius Dijkmans. Renovasi ini memakan waktu selama 10 tahun karena terbentur dengan biaya pembangunan. Akhirnya pembangunan dapat diselesaikan berkat dana yang dihimpun oleh masyarakat Belanda.

3 Menara Gereja

Gereja Katedral Jakarta
Image credit: Rizka Nurlita Andi (flickr.com)

Gereja Katedral Jakarta memiliki 3 buah menara. Di bagian depan yang menghadap ke arah utara terdapat 2 buah menara dengan tinggi 60 meter. Menara di sebelah kiri bernama Menara Benteng Daud yang melambangkan Maria sebagai perlindungan dari kegelapan. Sementara di sebelah kanan bernama Menara Gading yang melambangkan kesucian Maria. Dan Menara terakhir berada di bagian selatan bangunan. Menara tersebut dinamakan Menara Angelus Dei. Tinggi menara ini tidak setinggi menara di bagian utara, tingginya 45 meter dari lantai.

Bagian Muka Gereja

Gereja Katedral Jakarta
Image credit: Jonas Siahaani (flickr.com)

Di bagian depan gereja terdapat jendela kaca patri berbentuk bunga. Jendela ini dikenal dengan nama Rosa Mystica yang merupakan perlambangan Bunda Maria. Di pilar antara kedua pintunya terdapat patung Bunda Maria dengan sebuah kalimat latin di bagian bawahnya. Kalimat tersebut bertuliskan: Beatam Me Dicentes Omnes Generationes, yang berarti semua bangsa menyebutku bahagia.

Ruangan Utama Gereja

Ruangan Utama
Image credit: Irwan Lika (flickr.com)

Memasuki ruangan utama gereja, kita akan menemukan barisan kursi kayu jemaat yang masih kokoh. Di antara kursi-kursi tersebut terdapat sebuah mimbar pengkhotbah yang berdiri megah. Mimbar tersebut terbuat dari kayu, dengan ukiran-ukiran berupa patung orang-orang saleh.

Gereja Katedral Jakarta memiliki 3 buah altar. Yang pertama adalah altar utama yang masih dipakai dan diletakkan di bagian depan ruangan. Di altar ini terdapat tabernakel tempat hosti dan salib Yesus. Kemudian 2 altar lain adalah altar Maria dan altar Yosef yang berada di sisi kanan-kiri.

Altar Maria dahulu digunakan untuk misa harian, namun kini tidak digunakan karena jumlah jemaat yang semakin meningkat. Sementara altar Yosef kini berada di tempat paduan suara, bersebelahan dengan orgel besar di sampingnya. Dinding ruangan utama gereja dihiasi dengan lukisan-lukisan di atas keramik. Lukisan tersebut menggambarkan kisah jalan salib, mulai dari ketika Yesus diadili hingga wafat.

Museum Gereja

Di bagian mezzanine yang terletak di lantai 2 gereja, terdapat sebuah museum kecil. Museum ini menampilkan koleksi benda-benda peribadatan umat Katolik, patung, buku, cawan, dan lukisan-lukisan uskup yang pernah berkarya di Gereja Katedral Jakarta. Museum ini telah lama dibuka, yakni sejak tahun 1991, dan diresmikan oleh Mgr Julius Darmaatmadja.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.