Informasi

Generasi Milenial Memiliki Minat Lebih Menjadi Backpacker, Kenapa?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di era serba cepat dan dinamis, banyak generasi milenial memiliki keinginan lebih untuk menjadi seorang backpacker. Apalagi saat backpacking bisa dilakukan suka-suka, baik itu backpacking sendirian, maupun bersama teman. Bahkan sampai saat ini, solo backpacking masih diminati banyak orang untuk menjelajah berbagai destinasi. Namun ada pula tercatat pada studi teranyar bahwa terdapat sekitar 30% turis dari generasi milenial menggemari backpacking bersama teman-temannya.

Wisatawan milenial memiliki keinginan yang lebih menantang dan baru. Karena inilah sesuai dengan karakter yang dimiliki mereka yang berjiwa “adventurous”, selain itu juga mereka cenderung menjadikan kegiatan traveling, khususnya backpacking sebagai bentuk dari aktivitas yang bertujuan untuk melenyapkan stress dan penat rutinitas sehari-hari apapun.

Menurut laporan terbaru dari Airy Budget Travel Insight 2020, kegiatan backpaking ini masih cukup digemari oleh kalangan pelancong dari generasi milenial. Untuk lebih rincinya, sebanyak 30% pelancong milenial masih banyak yang gemar melakukan kegiatan backpacking. Maka tidak heran jika kini banyak pula destinasi menarik, hotel murah dan nyaman, kuliner nikmat dan murah, seluruhnya diminati oleh para backpacker.

Rentan Stress yang Sering Dialami Generasi Milenial Membuat Backpacking Menjadi Kegiatan Paling Diminati

generasi milenial lebih minat menjadi backpacker
Unsplash.com/@airguitarbandit

Beberapa alasan yang mendasari fenomena ini bisa jadi di antaranya karena saat ini. Kalangan generasi milenial memang bisa disebut menjadi kelompok usia yang sangat dominan di Indonesia. Berhubung sedang berada di usia yang cukup produktif. Mereka seringkali rentan dengan tekanan profesi di bidang masing-masing dan cepat menimbulkan stress. Karena itu, liburan singkat di akhir pekan dirasa menjadi solusi. Bahkan sangat membantu pelakunya untuk memperoleh waktu beristirahat dari segala kepenatan di tempat kerja. 

Biasanya para milenial yang berminat menjadi seorang backpacker akan meluangkan waktunya untuk berpetualang ke tempat baru. Menjelajah ke berbagai tempat, mengoptimalkan budget demi mencari pengalaman baru. Bahkan tidak sedikit seorang backpacker juga menjelajah tempat baru untuk berwisata kuliner dan belajar hal baru.

Selain Backpacking, Staycation Menjadi Opsi Liburan Lain yang Paling Diminati Generasi Milenial

generasi milenial lebih minat menjadi backpacker
pixabay.com

Dari data persentase yang dinyatakan sebelumnya, jika ditelusuri lebih jauh, kegiatan staycation menjadi agenda yang semakin diliri oleh wisatawan milenial. Mereka lebih memanfaatkan waktu berlibur yang ada untuk berdiam saja. Lalu memanjakan diri di suatu tempat cukup menenangkan juga menyenangkan tentunya. Kurang lebih sekitar 20% traveler milenial ini meminati kegiatan di akhir pekan atau populer disebut juga sebagai weekend getaway.

Staycation atau Holistay adalah konsep liburan singkat bagi yang memiliki aktivitas padat. Karena dengan staycation, pelancong tidak perlu packing banyak barang, mengeluarkan dana lebih sedikit, dan tidak terpatok itinerary. Bahkan biasanya staycation dilakukan tanpa perlu pergi jauh dari rumah. Maka tidak heran, jika generasi milenial yang tidak memiliki waktu yang banyak untuk liburan memilih staycation. Karena bisa menjadi opsi lain selain backpacking.

Riset internal yang dikeluarkan oleh Airy Budget Travel Insight 2020 juga sempat menyebutkan pernyataan bahwa traveler di Indonesia bersedia mengeluarkan rata-rata biaya akomodasi sebesar Rp 100.000 hingga Rp 300.000 per malam. Memang, apabila kita perhatikan, jumlah dengan nominal tersebut sebenarnya dirasa masih sangat terjangkau bagi kalangan wisatawan milenial.

 

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.