Seni

Edhi Sunarso, Pencipta Patung-Patung di Jakarta

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kamu pasti sudah tidak asing dengan patung-patung besar yang diletakan di berbagai tempat di ruang publik Jakarta. Biasanya patung-patung tersebut menggambarkan peristiwa atau tokoh pahlawan. Perkembangan pembuatan patung-patung ini berawal dari ide Presiden Soekarno. Ia ingin ibu kota memiliki patung-patung yang menjadi icon. Untuk mewujudkannya, ia pun menggandeng maestro patung, Edhi Sunarso.

Sejumlah patung atau monumen di Jakarta seperti Monumen Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat, dan Monumen Dirgantara digarapnya atas gagasan Presiden Soekarno. Pembuatannya patung-patung tersebut dikerjakan bersama Keluarga Arca di Yogyakarta yang dipimpinnya.

Edhi Sunarso
Image credit: dkj.or.id

Seniman kelahiran 2 Juli 1932 ini mendapatkan ilmu seni rupa di ASRI Yogyakarta, dan lulus pada tahun 1955. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Visva Bharati Rabindranath Tagore University di India. Sebelum menempuh pendidikan seni, Edhi Sunarso sudah mulai berlatih membuat patung sejak tahun 1946 ketika masih menjadi tawanan perang KNIL di Bandung.

Kedekatannya dengan dunia seni sudah dirasakan sejak bertemu dengan seniman Hendra Gunawan. Sejumlah kompetisi dan sayembara, baik tingkat nasional mau pun internasional, ia ikuti. Penghargaan seni rupa juga ia peroleh selama menempuh pendidikan di India.

Proyek Patung Pertama di Jakarta

Setelah memenangi sayembara patung di London, Edhi Sunarso pun dilirik oleh Presiden Soekarno. Mereka bertemu di Istana Negara membahas keinginan Soekarno membuat patung untuk menyambut kontingen Asian Games 1962 di Jakarta.

Patung tersebut kini dikenal dengan Monumen Selamat Datang, yang berada tepat di tengah Bundaran Hotel Indonesia. Patung tersebut menampilkan dua figur yang bersorak gembira seolah sedang menyambut siapa pun yang datang melintasi kawasan tersebut.

Patung Selamat Datang
Image credit: sab*rina (flickr.com)

Dari karya komisi tersebut, ia pun mendapatkan tugas baru dari Presiden Soekarno, yakni menggarap patung yang mengisahkan pembebasan Irian Barat. Sketsa patungnya dibuat oleh Henk Ngantung, sementara eksekusi pembangunan patungnya dilakukan tim pematung Keluarga Arca yang dipimpin oleh Edhi Sunarso.

Selain sejumlah patung yang berada di Jakarta, Edhi Sunarso pun menggarap banyak patung dan monumen di kota lainnya. Seperti Monumen Yos Sudarso di Surabaya dan Papua, Monumen Sultan Thaha Syafudin di Jambi, dan Monumen Panglima Besar Sudirman di Museum PETA di Bogor.

Di tahun 2016, Edhi Sunarso menghembuskan nafas terakhirnya di Jogja International Hospital. Sebelumnya ia dirawat karena infeksi pernafasan. Setelah disemayamkan di rumah duka Griya Seni Kustiyah Edhi Sunarso, jenazahnya dimakamkan di makam seniman Imogiri.

Baca juga Cerita di Balik 5 Patung Ikonik di Jakarta 

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.