Seni dan Budaya

Candi Sari, Peninggalan dari Abad ke-8 di Yogyakarta

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di antara Klaten, Prambanan, Kalasan, dan Maguwo, Yogyakarta, terhampar perbukitan dan lembah. Kawasan ini menyimpan banyak peninggalan sejarah yang berasal dari Kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Syailendra. Peninggalan sejarah yang menjadi daya tarik di kawasan ini adalah candi-candinya. Yang bertahan hingga kini adalah Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Ijo, Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Rabu Boko, Candi Sari, dan Candi Kalasan.

Dalam ulasan kali ini, Holamigo akan membahas Candi Sari yang terletak di Desa Bendan, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Lokasi candi ini tidak jauh dari Candi Kalasan. Kedua candi tersebut diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Pembangunan candi ini diprakarsai Dinasti Syailendra. Candi ini dibangun sebagai biara tempat para biksu. Corak Buddha pada bangunan ini tampak terlihat dari bentuk stupa di bagian atapnya

Candi Sari
Image credit: Andy Nelson (flickr.com)

Candi Sari dihiasi ukiran Dewi Tara, Bodhisatwa, Kinnara, dan Kinnari yang begitu menawan di sekeliling dinding candi. Pada salah satu bagian relief, tampak penggambaran Dewi Tara dengan gestur yang anggun dan wajah yang bijak. Sikap tubuh tersebut sebut dengan Tribhanga. Di dinding luar candi tampak relung-relung kosong yang diperkirakan sebelumnya digunakan sebagai tempat menyimpan arca Buddha. Sedangkan Kinnara dan Kinnari di candi ini digambarkan dengan wujud manusia bersayap.

Mengintip Bagian Dalam Candi

Candi Sari
Bagian dalam Candi Sari | Image credit: Phimee (flickr.com)

Bagian dalam candi ini terbagi menjadi 3 ruangan yang berjajar. Para peneliti memperkirakan bahwa candi ini bertingkat dua. Hal tersebut tampak dari ceruk-ceruk pada dinding dalam candi yang diperkirakan menjadi tempat landasan balok kayu sebagai rangka lantai atas. Karena lantainya terbut dari kayu, maka kayu asli sudah habis ditelan zaman.

Baca juga Berkenalan dengan 7 Candi di Yogyakarta

Nah, jika berkunjung ke Yogyakarta, tak ada salahnya untuk menjadikan Candi Sari sebagai destinasi wisata. Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pagi hari. Suasana pagi di kawasan candi ini begitu tenang, karena pengunjung yang datang masih sedikit. Kita pun bisa berbincang dengan petugas mengenai sejarah candi ini. Harga tiket masuk yang diberlakukan tidaklah mahal. Cukup dengan Rp 5.000, kita bisa berkeliling menikmati keindahan Candi Sari.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.