Seni

Cai Guo Qiang, Seniman yang Menciptakan Karya dengan Kembang Api

Pinterest LinkedIn Tumblr

Kembang api menjadi salah satu elemen yang identik dalam perayaan tahun baru. Di penghujung malam 31 Desember, setiap kota-kota besar di seluruh dunia menyalakan beragam keindahan kembang api sebagai penanda bergantinya tahun. Namun, apa jadinya jika kembang api dijadikan medium dalam pembuatan karya seni? Hal tersebut dilakukan oleh seorang seniman berdarah Tionghoa yang kini menetap di New York, yaitu Cai Guo Qiang.

Lahir pada 8 Desember 1957 di Kota Quanzhou, Tiongkok, Cai Guo Qiang banyak menggarap proyek seni sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Ia pun pernah menerima sejumlah penghargaan seni bergengsi di antaranya Golden Lion Prize di Venice Biennale ke-48, dan Asia Arts Awards Honoree pada Asia Society’s Asia Arts Game Changers di Hong Kong pada tahun 2016.

Cai Guo Qiang
Image credit: caiguoqiang.com

Sejumlah karya Cai Guo Qiang banyak menggunakan serbuk mesiu. Ia melakukan eskperimen dengan meledakan serbuk tersebut di udara, maupun menebarnya di atas kertas. Kedekatan suara ledakan-ledakan sudah dialaminya sedari masa kanak-kanak. Cai Guo Qiang banyak melewati masa-masa ketika hiruk-pikuk Revolusi Kebudayaan di Tiongkok terjadi.

Kembang Api dan Masa Lalu

Cai Guo Qiang berusaha mengobati ingatan kelamnya dengan mengubah suara dan sensasi ledakan senjata yang menghancurkan dan penuh kekerasan, menjadi sebuah karya yang indah. Ia pernah menetap di Jepang dengan mengeksplorasi beragam simbol tradisional Tionghoa yang berhubungan dengan kemanusiaan, lingkungan, dan semesta ke dalam karyanya. Pemikirannya tersebut dituangkan dalam karya-karya drawing yang dibuat menggunakan serbuk mesiu.

Ketika Cai Guo Qiang pindah ke New York pada tahun 1995, ia merasa lebih bebas untuk mengeksplorasi karyanya. Selama di New York, Cai cenderung mengangkat gagasan yang lebih politis dalam karyanya. Di tahun 1996, ia mengunjungi beberapa lokasi uji bom atom di Nevada. Di sana tercipta karya berjudul “The Mushroom Cloud Series” dengan menggunakan serbuk mesiu untuk membuat ‘awan’ ciptaannya yang berbentuk jamur.

Cai Guo Qiang
Image credit: caiguoqiang.com

Seiring berjalannya waktu, Cai semakin gila dalam menggunakan serbuk mesiu. Tahun 2009, ia membuat kembang api pada pilar-pilar bangunan The Philadelphia Museum of Art yang diberi judul “Fallen Blossoms: Explosion Project”. Kembang api tersebut berdurasi 60 detik, dengan menciptakan bunga api berwarna putih keemasan.

Salah satu karya kembang api Cai Guo Qiang yang terkenal adalah ketika pembukaan Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Cai membuat beragam komposisi kembang api yang memukau. Dalam satu karyanya, ia menciptakan sebuah bentuk jejak kaki dari kembang api di langit kota Beijing. Tidak hanya itu,  ia pun membuat 5 cincin logo Olimpiade menggunakan kembang api dalam acara pembukaan tersebut.

Cai Guo Qiang - Beijing
Image credit: caiguoqiang.com

Baca juga Christo dan Jeanne Claude, Kedua Seniman Ini Membungkus 11 Pulau di Miami

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.