Asal-usul

Bioskop Metropole, Gedung Sinema Pertama di Jakarta yang Masih Bertahan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Ketika rutinitas keseharian mulai padat, tentu kita membutuhkan hiburan untuk melepas rasa penat. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan, pergi ke bioskop selalu menjadi pilihan yang menyenangkan untuk kabur sejenak dari kesibukan. Di Jakarta, ada sebuah gedung bioskop yang masih bertahan lebih dari 50 tahun, yakni Bioskop Metropole.

Terletak di persimpangan Jalan Diponegoro dan Jalan Pegangsaan, Bioskop Metropole menjadi bioskop yang pertama berdiri di Jakarta. Hingga kini, kita masih bisa melihat bentuk bangunan aslinya yang bergaya art deco dengan sebuah menara yang ikonik.

Bioskop Metropole
Image credit: thisisinbalitimur (flickr.com)

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Bioskop Metropole sudah berdiri sejak tahun 1932. Namun dalam buku “Layar Perak: 90 Tahun Bioskop di Indonesia” karya Haris Jauhari, disebutkan bahwa bangunan bioskop ini mulai dibangun sejak tahun 11 Agustus 1949. Pembangunannya memakan waktu hingga 2 tahun, dan baru selesai di tahun 1951. Bangunannya dirancang oleh seorang arsitek bernama Liauw Goan Seng.

Dari Nama Bioscoop Metropool Hingga Bioskop Megaria

Ketika pertama kali berdiri, bioskop ini memakai nama dalam ejaan bahasa Belanda yakni Bioscoop Metropool. Pada awalnya, ruangan teater di dalam bioskop ini hanya ada satu, namun dapat menampung hingga 1.446 orang. Saat itu ruangan bioskop sudah menggunakan pendingin sehingga suasana menonton film menjadi sangat nyaman.

Film-film yang ditayangkan di Bioskop Metropole pada saat itu merupakan film Hollywood yang tengah populer pada masanya. Seperti film War and Peace (1956) dan Gone with the Wind (1939). Maka tak heran, bioskop ini menjadi salah satu tempat bergengsi bagi muda-mudi yang tinggal di Jakarta.

Presiden Soekarno pada tahun 1960 mengeluarkan kebijakan untuk mengganti semua nama-nama asing ke dalam nama-nama Indonesia. Sejumlah perusahaan, nama jalan, dan sarana publik lainnya pun mengganti namanya menjadi nama Indonesia. Tak terkecuali dengan Bioskop Metropole, yang kemudian penamaannya diganti mejadi Bioskop Megaria.

Bioskop Megaria
Image source: pingpoint.co.id

Nama Bioskop Megaria pun bertahan hingga tahun 2007. Sejak saat itu, penamaannya kembali menjadi Bioskop Metropole hingga kini. Bangunan bioskop ini sudah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya kelas A yang tidak boleh dibongkar.

Kini kita masih bisa merasakan suasana menonton film di bioskop legendaris ini. Ruangan-ruangan teaternya pun sudah direnovasi dan ditata senyaman mungkin. Beberapa bagian bangunan ini digunakan untuk toko roti, kafe, dan food hall.

Baca juga Bioskop Eksklusif dan Keren Dunia yang Perlu Dikunjungi Movie Geeks

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.