Seni

Berlibur ke Bali? Jangan Lupa Mampir ke Museum-Museum Seni di Ubud

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tak lengkap rasanya jika berlibur ke Bali tanpa mampir ke tempat-tempat yang menyimpan beragam karya seni. Jika kamu sedang berlibur ke Ubud, ada beberapa museum seni yang menarik untuk dikunjungi. Holamigo merangkumnya dalam ulasan kali ini khusus untuk kamu.

Agung Rai Museum of Art (ARMA)

Museum Seni Bali
Armabali.com/museum/

Agung Rai Museum of Art (ARMA) adalah salah satu museum seni yang berada di Ubud, Bali, yang menampilkan beragam koleksi seni rupa. Museum yang berada di Jalan Pengosekan ini buka setiap hari mulai dari jam 08.00 hingga 18.00.

Berbagai lukisan tradisional hingga kontemporer dihadirkan di museum ini. Karya-karya tersebut berasal dari seniman-seniman Bali seperti I Gusti Nyoman Lempad dan Ida Bagus Made. Ada pun karya-karya dari seniman internasional seperti Walter Spies, Adrien Jean Le Mayeur, dan Willem Gerard Hofker. Selain lukisan, museum ini pun menampilkan koleksi seni lain seperti patung, instalasi, tekstil, dan fotografi.

Suasana museum ini begitu menenangkan. Bangunan museumnya bergaya arsitektur tradisional Bali. Terdapat dua bangunan utama museum, yakni Bale Daya dan Bale Dauh. Pemandangan sawah yang membentang menambah suasana tenang di sini.

Museum Blanco Renaissance

Museum Seni Bali
Wowkeren.com/berita/tampil/00226539/2.html

Berlokasi di Jalan Raya Campuhan, Museum Blanco Renaissance memiliki sekitar 70 koleksi karya seni. Sebagian besar karya yang ditampilkan di museum seni ini merupakan karya dari pelukis Antonio Blanco, ia menetap di Bali sejak tahun 1952, dan menghasilkan beragam lukisan yang menggambarkan keseharian orang-orang Bali.

Museum Blanco Renaissance dibuka sejak 28 Desember 1998. Bangunan museum ini merupakan gambungan antara gaya tradisional Bali dengan gaya rococo Prancis. Ketika memasuki museum ini, kita akan disambut dengan dua dekorasi naga. Pencahayaan di dalam museum memanfaatkan cahaya alami yang masuk dari jendela kaca patri yang berbentuk kubah.

Museum Puri Lukisan

Museum Seni Bali
Traveltriangle.com/blog/places-to-visit-near-museum-puri-lukisan-bali-in-july-bdp/

Museum Puri Lukisan menyimpan beragam koleksi lukisan dan ukiran yang sebagian besar berasal dari awal abad ke-20. Perencanaan museum ini sudah dilakukan sejak tahun 1953 oleh Yayasan Ratna Wartha milik Rudolf Bonnet dan Cokorda Gde Agung Sukawati. Diresmikan oleh Mr. Mohammad Yamin pada tahun 1956, museum ini membagi koleksi-koleksinya ke dalam 5 bagian.

Jenis koleksi yang pertama adalah ragam wayang kulit dari era Hindia Belanda. Kemudian yang kedua adalah koleksi ukiran. Yang ketiga adalah koleksi karya I Gusti Nyoman Lempad. Lalu keempat adalah koleksi karya dari kelompok lukis Pita Maha. Dan yang terakhir adalah karya-karya seni modern Bali.

Museum Rudana

Ttnotes.com/museum-rudana.html

Museum Rudana terletak di Jalan Cok Rai Pudak, Peliatan, Ubud. Bangunan museum ini menerapkan aturan dalam arsitektur tradisional Bali, yakni Tri Angga, Tri Mandala, Tri Loka, dan Tri Hita Karana. Pembangunan museum ini mulai dilakukan sejak 22 Desember 1990, dan diresmikan pada tahun 1995 oleh Presiden Soeharto.

Koleksi yang ditampilkan dalam museum ini berupa karya seni modern dan tradisional Bali. Ada pun karya-karya sejumlah pelukis tersohor seperti Affandi, Basuki Abdullah, dan Nyoman Gunarsa. Tak ketinggalan pula karya-karya dari para seniman dari luar negeri seperti Iyama Tadayuki, Antonio Blanco, dan Yuri Gorbachev.

Museum Seni Neka

Museum Seni Bali
Jatimtimes.com/amp/baca/161750/20171114/163910/neka-art-museum-tempat-wisata-di-bali-yang-jarang-diketahui-wisatawan

Museum Seni Neka menyimpan lebih dari 340 lukisan, 60 patung, dan 1.000 buku. Berlokasi di Jalan Raya Campuhan, Desa Kedewatan, Ubud, museum ini dimiliki oleh seorang pecinta seni bernama Pande Wayan Suteja Neka. Ia mengoleksi beragam karya seni hingga ke Eropa. Pengembangan museum ini dimulai sejak tahun 1975, setelah sebelumnya ia membuka galeri komersil di tahun 1966. Berbagai karya seni dari seniman Indonesia seperti I Gusti Nyoman Lempad, Abdul Aziz, dan Affandi, tersaji di museum ini.

Baca juga 4 Fakta Menarik Tentang Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.