Asal-usul Destinasi Indonesia Jawa

Berkereta dengan Lokomotif Kuno di Museum Kereta Api

Pinterest LinkedIn Tumblr

Wisata sejarah kini menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu liburan. Kegiatan ini bisa kita lakukan dengan pergi ke museum-museum atau lokasi-lokasi bersejarah yang masih bertahan hingga kini. Salah satu museum yang tak boleh dilewatkan adalah Museum Kereta Api. Terletak di Desa Panjang, Ambarawa, Jawa Tengah, museum ini memberikan informasi terkait perkembangan perkeretaapian di Indonesia sejak masa Hindia Belanda.

Menggunakan Bangunan Lama Stasiun

Museum Kereta Api Ambarawa menggunakan bangunan lama stasiun yang telah berdiri sejak tahun 1907. Stasiun ini tidak lepas dari sejarah daerah Ambarawa sebagai salah satu daerah militer Belanda. Hal ini diperkuat dengan pendirian Benteng Fort Willem I di daerah tersebut. Karena peningkatan kegiatan di Ambarawa, maka Pemerintah Kolonia Hindia Belanda merasa perlu membuat moda transportasi massal, khususnya dalam pegangkutan senjata dan tentara dari Ambarawa ke Semarang.

Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa | Image credit: CanadaGood G.Melle (flickr.com)

Setelah kereta uap berhenti beroperasi, pada tahun 1976 stasiun ini beralih fungsi menjadi Museum Kereta Api Ambarawa. Dengan usaha mengumpulkan informasi sejarah terkait perkeretaapian di kawasan Ambarawa, akhirnya museum ini pun diresmikan pada tahun 1978 oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia.

Koleksi Museum

Koleksi yang dimiliki Museum Kereta Api ini antara lain 26 buah lokomotif uap, perlengkapan kereta api, dan artefak-artefak lain yang berhubungan dengan perusahaan kereta api, seperti arsip keuangan, alat perkantoran, mesin pencetak tiket, dan telegram. Lokomotif tertua yang berada di museum ini adalah Lokomotif C1140, yang diproduksi pada tahun 1892. Sementara yang terbaru adalah Lokomotif C5029, yang diproduksi pada tahun 1928 oleh Schweizerische Lokomotiv und Maschinefabrik.

Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api | Image credit: Perry Tak (flickr.com)

Salah satu koleksi unik di Museum Kereta Api Ambarawa ini adalah Lokomotif B2502 dan B2503. Kedua lokomotif ini masih dapat digunakan sebagai kereta wisata. Rute yang ditawarkan untuk wisata menggunakan lokomotif kuno ini adalah Ambarawa-Tuntang dan Ambawara-Bedono.

Sambil merasakan sensasi berkereta di jalur lama, kita dapat menikmati keindahan panorama Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu. Untuk perjalanan ini hanya tersedia di akhir pekan dan tanggal merah. Satu gerbong keretanya dikenakan dengan tarif sebesar Rp 10.000.000, dua gerbong Rp 12.000.000, sedangkan tiga gerbong Rp 15.000.000. Setiap gerbongnya dapat memuat hingga 40 penumpang. Jadi, lebih baik datang secara berkelompok ya.

Lokomotif B2502
Lokomotif B2502 | Image credit: Dzulfiqar Adefa (flickr.com)

Museum Kereta Api Ambarawa buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00. Untuk masuk ke dalam museum ini, dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 untuk orang dewasa, dan Rp 5.000 untuk anak. Jangan khawatir dengan fasilitas yang dimiliki museum ini, karena tersedia restoran dengan menu yang variatif, mushola, dan parkir yang cukup luas.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.