Kuliner

Berkenalan dengan 5 Kuliner Tradisional Yogyakarta yang Sudah Langka

Pinterest LinkedIn Tumblr

Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner tradisional tersendiri. Salah satu daerah dengan kuliner bercita rasa khas adalah Yogyakarta. Kalian pasti sudah familiar dengan hidangan seperti gudeg, sate klatak, dan bakpia, tapi yang akan kita bahas kali ini adalah makanan tradisional Yogyakarta yang dianggap sudah langka atau sulit ditemukan. Setidaknya ada lima makanan yang ternyata sudah sulit untuk ditemukan di kota ini. Apa saja kuliner langka tersebut? Berikut ulasannya!

Baca Juga:

Endhog Gludug

endhog gludug kuliner tradisional yogyakarta
Image source: starjogja.com

Dalam Bahasa Jawa, endhog berarti telur sedangkan gludhug berarti petir. Kuliner tradisional ini juga memiliki nama lain yaitu telur penyu atau pia telur gajah. Dinamai demikian karena bahan pembuatannya sama seperti adonan pia hanya saja dibentuk seperti telur penyu.  Makanan tradisional ini memiliki rasa manis dengan tekstur yang lembut. Dulu kamu bisa dengan mudah menemukan endhog gludug jika ingin menyantapnya. Tetapi sekarang, hidangan langka ini hanya bisa ditemui di tempat-tempat tertentu saja saking langkanya.

Jadah

kuliner tradisional yogyakarta bernama jadah
Image source: seva.id

Katanya kuliner tradisional ini merupakan salah satu hidangan kesukaan Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Jadah berbahan dasar beras ketan yang diolah bersama kelapa parut dan garam. Setelah matang, kamu bisa menyantapnya langsung atau disajikan bersama tempe bacem yang ditumpuk sehingga menyerupai sandwich. Sayangnya, sudah jarang penjaja kuliner yang menyajikan makanan tradisional ini. Tetapi, jika kamu penasaran dengan rasa jadah, kamu bisa menemukannya di daerah Yogyakarta bagian utara, terutama daerah Kaliurang.

Bolu Emprit

 bolu emprit
Image source: instagram.com/offdietcorner

Kuliner tradisional ini dibuat dari campuran tepung kanji dan parutan kelapa. Dinamai bolu emprit karena bentuknya yang mungil seperti emprit alias burung gereja. Kue ini memiliki tekstur yang keras dan kasar namun setelah dikunyah, bolu emprit akan terasa lumer. Seperti kebanyakan kue tradisional lain, bolu emprit memiliki cita rasa manis. Dulunya bolu emprit menjadi camilan favorit anak-anak Yogyakarta. Dari mulai warung kecil, toko oleh-oleh, sampai swalayan, tempat-tempat itu menyediakan bolu emprit. Sayangnya, sekarang sudah cukup sulit untuk menemukan makanan tradisional ini di Yogyakarta.

Untir-untir

kuliner tradisional yogyakarta
Image source: instagram.com/mataniari1

Karena proses pembuatannya yang diuntir-untir atau dipilin, kuliner tradisional khas Yogyakarta ini pun diberi nama untir-untir. Di luar wilayah Jawa, untir-untir dikenal dengan sebutan kue tambang karena bentuknya yang mirip tali tambang.  Makanan tradisional ini kerap kali disajikan sebagai teman makan kopi atau teh, tapi sekarang agak sulit menemukan untir-untir di Yogyakarta.

Kipo

kipo singkatan dari iki opo
Image source: bernas.id

Bisa dibilang kuliner tradisional ini camilan masyarakat Yogyakarta. Bentuknya kecil lonjong dan berwarna hijau yang dihasilkan dari daun pandan. Terdapat isian di dalam kipo berupa parutan kelapa manis. Meskipun memiliki rasa lezat dan manis, kue kipo sudah sulit ditemukan dan hanya ada di beberap daerah saja seperti di Kota Gede. Saat Bulan Ramadhan, kue kipo bisa dibeli di pasar dadakan. Oh ya, nama kipo sendiri memiliki arti yang unik lho! Kipo merupakan kependekan dari kalimat iki opo yang dalam Bahasa Indonesia berarti ini apa. Katanya sih pemilihan nama ini diambil karena dulu orang-orang sering bertanya ‘iki opo?’ saat melihat kue ini.

Dini
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.