Destinasi

Berencana Liburan di Bandung? Yuk Mampir ke 4 Museum Ini

Pinterest LinkedIn Tumblr

Mungkin sudah tak asing lagi jika liburan ke Kota Bandung diisi dengan menjelajahi panorama alam serta kulinernya yang beragam. Di samping itu, Bandung memiliki banyak cerita bersejarah yang menarik untuk diketahui. Salah satu cara untuk mengenal sejarah Kota Kembang ini adalah dengan mengunjungi museum-museum yang ada di sini. Ada belasan museum yang terdiri dari museum sejarah, hingga museum seni budaya. Holamigo merekomendasikan empat museum yang bisa jadi pilihan ketika liburan di Bandung.

Cari Paket Liburan ke Bandung

Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika
Image credit: konyeel (flickr.com)

Museum ini berlokasi di Jalan Asia Afrika, tidak jauh dari Alun-Alun Kota Bandung. Bagian museumnya berada di sayap kanan Gedung Merdeka yang dahulu digunakan sebagai tempat diselenggarakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Untuk masuk ke dalam museum ini, kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk tiket masuk.

Di dalam Museum Konferensi Asia Afrika, kita dapat melihat sejarah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika beserta dengan cerita-cerita menarik tentang persiapannya. Di sini pun kita dapat mendengarkan rekaman pidato Presiden Soekarno yang menyerukan semangat perdamaian dan kemerdekaan bagi negara-negara di Asia dan Afrika. Selain itu, kita bisa berkeliling melihat kemegahan Gedung Merdeka yang pernah menjadi bangunan Societeit Concordia pada masa Hindia Belanda.

Museum Preanger

Museum Preanger di Bandung
Image credit: travelblog.id

Tak jauh dari Museum Konferensi Asia Afrika, terdapat sebuah hotel di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Asia Afrika. Hotel tersebut bernama Hotel Preanger, salah satu hotel tertua yang ada di Kota Bandung. Di dalam hotel ini terdapat sebuah museum kecil yang menyajikan artefak museum, salah satunya adalah kursi yang digunakan aktor Charlie Chaplin ketika dahulu menginap di hotel ini.

Selain Charlie Chaplin, museum ini pun menceritakan Amelia Mary Earheart, pilot asal Amerika, yang juga pernah menginap di museum ini. Di ruangan samping, kita akan mengenal karya-karya dari arsitek ternama Bandung di masa Hindia Belanda, yakni Wolff Schoemaker.

Untuk masuk ke dalam museum ini, kita cukup membayar tiket masuk seharga Rp 5.000. Tiket ini pun dapat ditukarkan dengan segelas bandrek hangat. Sambal menikmati kehangatan bandrek, kita pun bisa menikmati suasana Hotel Preanger yang melegenda.

Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate
Image credit: museumgedungsate.org

Bandung selalu diidentikan dengan bangunan Gedung Sate. Bangunan pemerintahan yang sudah berdiri sejak masa Hindia Belanda ini memiliki sejarah menarik dalam pembangunannya. Di Museum Gedung Sate, kita akan mengetahui sejarah tersebut dengan cara yang asik. Karena museum ini ditata dengan tampilan yang futuristik ditambah beberapa fitur yang memanfaatkan teknologi virtual reality, augmented reality, dan video mapping.

Di museum ini pun kita bisa mengetahui sejarah perkembangan kota Bandung sejak dipindahkan dari daerah Krapyak. Tiket masuk museumnya pun tidak mahal, cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 3.000. Di museum ini pun terdapat sebuah coffee shop yang menyajikan kopi-kopi dari hasil perkebunan kopi di Jawa Barat.

Museum Biofarma

Museum Biofarma
Image credit: instagram.com/mantrianarani

Tak banyak yang tahu bahwa Bandung memiliki museum yang khusus menyimpan sejarah pengobatan modern di Bandung. Museum ini bernama Museum Biofarma, yang berlokasi di Jalan Paster No. 28. Tidak ada biaya masuk untuk menjelajahi museum ini.

Menempati bangunan heritage milik Biofarma, museum ini menyimpan berbagai artefak mengenai pengobatan yang dilakukan dalam sejarah Biofarma. Ada pula informasi penelitian mengenai vaksin cacar dan rabies yang dilakukan sejak masa Hindia Belanda. Berbagai alat penelitian dan perlengkapan pakaian penelitian pun ditampilkan di museum yang ditata dengan apik ini.

Baca juga Ada Kerangka Paus Biru di Museum Zoologi Bogor

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.