Teknologi

Belum Pernah Naik MRT? Gimana Sih Caranya?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di tahun 2019, Jakarta menambah moda transportasi massalnya dengan Moda Raya Terpadu Jakarta atau disingkat menjadi MRT Jakarta. MRT merupakan jenis kereta rel listrik cepat yang dapat membawa penumpang dengan jumlah komunal. Di Jakarta, MRT mulai beroperasi pada 10 Oktober 2019.

Rencananya, MRT Jakarta akan beroperasi sepanjang 23, 8 kilometer dari Koridor Utara hingga Selatan, dan 87 kilometer dari Koridor Timur hingga Barat. Untuk jalur Utara hingga Selatan, akan dibangun dua kali tahapan. Untuk tahap pertama, sudah dapat kita nikmati dari kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, hingga Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pembangunan jalur ini sudah dilakukan sejak 10 Oktober 2013.

MRT Jakarta
Image credit: 1per3 (flickr.com)

MRT jalur Bundaran HI – Lebak Bulus melewati beberapa stasiun. Deretan stasiun yang dilewati jalur ini antara lain Bundaran HI Indonesia, Dukuh Atas BNI, Setiabudi Astra, Bendungan Hilir, Istora Mandiri, Senayan, ASEAN, Blok M BCA, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, dan Lebak Bulus Grab.

Cara Pembayaran MRT

Pembayaran MRT diberlakukan e-ticketing dengan menggunakan uang elektronik. Kita bisa menggunakan uang elektronik seperti JakLingko, E-Money (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), Flazz (BCA), dan Jakarta One (Bank DKI). PT MRI pun mengeluarkan “Kartu Jelajah” untuk pembayaran e-ticketing. Kartu ini terbagi menjadi 2 jenis, yakni single trip untuk satu kali perjalanan, serta jenis multi trip untuk perjalanan berkali-kali.

Untuk mendapatkan “Kartu Jelajah”, kita cukup datang ke stasiun MRT. Di sana terdapat loket yang menyediakan kartu tersebut. Untuk kartu single trip, kita perlu membayar sebesar Rp 18.000. Biaya tersebut merupakan harga perjalanan sebesar Rp 3.000, ditambah deposit sebesar Rp 15.000. Deposit tersebut bisa refund ketika kita mengembalikan kartunya kembali ke loket stasiun MRT. Kartu single trip tersebut berlaku hingga 7 hari.

Jika ingin langsung membeli “Kartu Jelajah” untuk multi trip, kita dapat membelinya di loket stasiun MRT dengan harga Rp 25.000. Harga tersebut belum termasuk saldo awal. Di stasiun terdapat vending machine untuk mengisi saldo “Kartu Jelajah”. Dengan menggunakan mesin tersebut, kita dapat top up saldo dengan beberapa pilihan nominal, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

MRT Jakarta
Image credit: ThroughTheL3ns (flickr.com)

Bagaimana Cara Naik MRT?

Ketika kartu sudah di tangan, saatnya tap in dengan menempelkan kartu di pintu masuk peron. Setelah pintu terbuka, kita bisa langsung menunggu kedatangan kereta di dalam peron. Pastikan tidak berdiri melebihi garis aman. Saat kereta tiba, jangan terburu-buru untuk naik, dahulukan penumpang yang hendak keluar kereta. Jika sudah tiba di stasiun tujuan, kita perlu melakukan tap out di pintu keluar peron.

Baca juga M Bloc Space, Tempat Nongkrong di Jakarta yang Lagi Nge-Hype

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.