Seni dan Budaya

Baayun Mulud, Tradisi Mengayun Bayi Khas Banjar

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bagi umat Muslim, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momen yang penting. Setiap bulan Rabi’ul Awwal, biasanya diperingati hari Maulid untuk mengenang kelahiran Rasul terakhir umat Muslim. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ada banyak cara dilakukan masyarakat di berbagai belahan dunia untuk perayakannya. Salah satu yang unik ada di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarmasin. Masyarakat di sini menggelar tradisi Baayun Mulud setiap hari Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baayun Mulud merupakan acara mengayun anak dengan menggunakan ayunan kain. Saat diayun, diringi pula dengan pembacaan syair-syair maulid dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini biasanya dilakukan di masjid-masjid atau tempat-tempat keramat.

Wadah Sosial Masyarakat Banjarmasin

Baayun Mulud
Image source: instagram.com/ceritabanjar_

Dalam sekali diselenggarakannya, Baayun Mulud dilakukan secara massal oleh warga kampung. Tak jarang, warga dari berbagai kampung pun turut bergabung. Maka acara ini menjadi salah satu media silaturahim masyarakat Banjarmasin.

Baayun Mulud merupakan akulturasi budaya tradisional masyarakat Banjar dengan budaya Islam. Biasanya masyarakat Banjar sendiri memiliki ayunan bayi di rumahnya. Ayunan tersebut terbuat dari selembar kain panjang yang kedua ujungnya diikatkan pada bagian rumah yang lebih tinggi (seperti di dinding dan di langit-langit) dengan menggunakan tali.

Berawal dari Ritual Bapalas Bidan

Baayun Mulud
Image source: instagram.com/ceritabanjar_

Ayunan-ayunan kain digunakan untuk membuat bayi tidur terlelap. Syair-syair dan shalawat Nabi pun dilantunkan sebagai bentuk harapan bagi masa depan sang anak yang lebih baik. Ritual ini sangat erat kaitannya dengan Upacara Bapalas Bidan di masyarakat Banjar. Upacara tersebut merupakan sebuah pemberkatan oleh bidan kampung pada setiap bayi yang baru lahir.

Seiring dengan perkembangannya, ritual Bapalas Bidan pun digelar bersamaan dengan waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dari itulah awalnya tradisi Baayun Mulud rutin digelar. Setelah sempat hilang, upacara ini dihidupkan kembali oleh masyarakat Banjar.

Ada pun penyelenggaraannya yang dilakukan di depan makam Pangeran Sultan Suriansyah. Untuk yang mengikuti Baayun Mulud di lokasi ini, awalnya hanya untuk keluarga bubuhan (keturunan kerajaan). Namun kini sudah bisa diikuti oleh siapa pun, bahkan dari luar daerah.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.