Asal-usul Kuliner

Asal-usul Tahu Gejrot, Camilan Berbahan Tahu Asal Cirebon

Pinterest LinkedIn Tumblr

Tahu gejrot merupakan salah satu camilan populer berbahan dasar tahu asal Cirebon, Jawa Barat. Dibuat dari tahu gembos yang dicampur dengan kuah kecap, gula merah, bawang merah, dan cabai rawit, kudapan ini memiliki cita rasa yang khas namun tetap lezat dengan aroma yang menggugah selera. Tidak heran bila makanan khas Cirebon ini menjadi favorit orang dari berbagai kalangan.

tahu gejrot dari cirebon
Image source: @ngece_makaroni

Biasanya, tahu gejrot disajikan di atas piring gerabah dan disantap dengan menggunakan biting (tusuk kecil dari kayu atau bambu). Tetapi, tahu kah kamu bahwa kudapan tradisional ini memiliki asal-usul yang cukup unik? Yuk kita cari tahu sama-sama!

Berawal di Desa Jatiseeng

tahu gejrot pak wardi sudah ada sejak tahun 1972
Image source: pilaradio.com

Menurut Nurdin M. Noer, budayawan Cirebon, dapur-dapur produksi atau pabrik tahu gejrot berpusat di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon. Masyarakat lokal mulai menciptakan kuliner ini sebelum Indonesia merdeka. Hingga kini pun setidaknya ada enam dapur-dapur produksi  yang tetap eksis dan berkembang tanpa meninggalkan sisi tradisionalnya. Usaha kuliner ini diwariskan secara turun temurun dan saat ini sudah memasuki generasi ke-3.

Nurdin M. Noer juga menambahkan bahwa awalnya pemilik dapur produksi tahu gejrot adalah orang-orang keturunan Cina sedangkan pekerjanya adalah orang pribumi. Situasi ekonomi yang masih belum stabil di tahun 1950 membuat mereka mau bekerja apapun termasuk menjadi buruh  pembuat makanan ini di dapur-dapur produksi tersebut. Selain membuat, penduduk pribumi juga ikut memasarkan dengan berkeliling kampung.

Pengambil Alihan Pabrik Tahu Gejrot

tahu gejrot camilan tradisional indonesia
Image source: @aboutcirebonfood

Karena situasi politik dan ekonomi yang mulai membaik, orang kaya yang berkantong tebal memutuskan untuk meninggalkan usaha tahu gejrot dan memilih membuka usaha lain di kota-kota yang menawarkan keuntungan besar. Hal ini pun dimanfaatkan oleh penduduk pribumi untuk mengambil alih produksi makanan ini.

Dari hasil berburuh di pabrik, mereka pun mengaplikasikan ilmu pembuatan tahu gejrot untuk membuka usaha sendiri atau mengambil alih pabrik yang ditinggalkan majikannya. Sejak saat itu, keberadaan kuliner berbahan dasar tahu ini dikembangkan dan dilestarikan hingga menjadi salah satu camilan tradisional yang populer di Indonesia.

Asal Nama Tahu Gejrot

proses pembuatan
Image credit: kilasjogja.com

Menurut Nurdin, nama makanan ini terinspirasi dari suara yang dikeluarkan saat pedagang menuangkan air gula merah encer di dalam wadah gendul (menyerupai botol).  Gendul yang berlubang kecil dan cara pedagang mengehentakkannya agar cairan gula merah keluar menimbulkan suara ‘jrot-jrot-jrot’. Karena itulah nama kudapan berbahan dasar tahu ini diberi nama tahu gejrot.

Sementara itu, penjual kudapan ini berjualan secara berkeliling dengan menggunakan keranjang khusus yang dipikul. Dalam keranjang tersebut terdapat tahu gembos, air gula merah dalam gendul, piring gerabah, biting  serta bumbu-bumbu yang nantinya akan digerus mendadak seperti cabe rawit dan bawang merah.

Dini
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.