Asal-usul

Asal Usul Batik Lasem di Jawa Tengah

Pinterest LinkedIn Tumblr

Lasem merupakan sebuah kecamatan kecil yang berada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kawasan ini terkenal dengan sebutan Little Tiongkok dan Kota Batik. Kawasan Lasem yang letaknya berada di pesisir utama Jawa Tengah menjadi tempat pendaratan awal kapal-kapal Tionghoa di Jawa pada abad ke-14.

Kini kita masih dapat melihat bangunan-bangunan lama di Lasem yang bercorak Tionghoa. Sejak awal kedatangan pendatang dari Tiongkok, di kawasan ini pun tersebar berbagai perkampungan Tionghoa.

Bukti Akulturasi Budaya

Lasem
Bangunan klenteng di Lasem | Image credit: Tropenmuseum

Kedatangan armada besar Laksamana Cheng Ho ke pulau Jawa menciptakan hubungan bilateral dengan Kerajaan Majapahit. Hubungan ini sangat berpengaruh dengan perkembangan kebudayaan yang ada di kawasan Lasem. Salah satu hal yang terpengaruhi dapat kita lihat pada seni membatik.

Batik Lasem memiliki motif yang diadaptasi dari gaya Tionghoa. Warna batiknya didominasi dengan warna merah. Hal ini menjadi bukti akulturasi budaya yang terjadi di kawasan Lasem.

Awal Perkembangan Batik Lasem

Batik Lasem
Ikat kepala dari Lasem yang dibuat dengan teknik batik dari tahun 1880 | Image credit: Ashley Van Haeften (flickr.com)

Sejarah batik Lasem tentu tak bisa dipisahkan dari kedatangan Laksamana Cheng Ho. Salah satu anak buah kapalnya bernama Bi Nang Un membawa serta istrinya yang bernama Na Li Ni. Pada tahun 1413, mereka menetap di Desa Jolotundo.

Na Li Ni mengajarkan teknik menulis di atas kain bersama masyarakat Lasem. Banyak unsur-unsur visual Tionghoa yang diterapkan dalam proses membuatan kain batik tersebut. Warna yang digunakan batik Lasem selain warna merah, ada pula warna coklat dan biru tua. Ada istilah batik Tiga Negeri untuk warna tersebut. Warna merah berasal dari Lasem, warna biru dari Pekalongan, dan warna coklat dari Solo.

Seiring berjalannya waktu, produksi batik Lasem semakin berkembang. Hingga di awal abad ke-19, batik ini diekspor ke berbagai negara seperti Brunei, Malaysia, Thailand, Singapur, dan Suriname. Industri batik di Rembang pun semakin meluas dan membantu perekonomian di kawasan ini.

Meski beberapa kali mengalami pasang surut, batik Lasem tetap menjadi buah tangan yang selalu diburu orang-orang yang datang ke kawasan ini. Hal tersebut dikarenakan nilai historis yang melekat pada karya ini.

Baca juga Apakah Negara Lain Punya Batik?

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.