Seni dan Budaya

Akulturasi Budaya Tionghoa dan Islam di Masjid Lautze

Pinterest LinkedIn Tumblr

Di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, terdapat sebuah bangunan ruko dengan ornamen khas Tionghoa. Bangunan tersebut didominasi warna kuning dan merah. Jika sekilas, bangunan ini tampak seperti sebuah vihara.

Namun persepsi itu akan berubah jika kita melihat plang putih pada bagian depannya yang bertuliskan “Yayasan Haji Karim OEI”. Bangunan tersebut merupakan masjid dengan kantor yayasan. Masjid ini dikenal dengan Masjid Lautze.

Masjid Lautze
Image credit: instagram.com/cutlitalambeuso

Berdiri Sejak Tahun 1991

Masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1991. Seperti gaya bangunannya yang kental akan budaya Tionghoa, masjid ini awalnya memang diperuntukan bagi kalangan etnis Tionghoa. Penamaan Masjid Lautze sendiri karena berada di Jalan Lautze No. 87-89, yang merupakan kawasan Pecinan Jakarta.

Pintu masuk masjid ini berupa dua buah pintu melengkung berwarna merah mencolok. Tak ketinggalan hiasan lampion merah menggantung pada bagian luar masjid. Ketika masuk ke bagian dalam masjid, kita akan melihat hiasan dinding berupa kaligrafi dengan huruf Arab dan Mandarin.

Masjid Lautze
Image credit: instagram.com/cutlitalambeuso

Masjid Lautze sengaja dibangun dengan gaya Tionghoa agar memiliki kedekatan secara personal bagi warga Tionghoa Muslim maupun yang ingin mempelajari ajaran Islam. Lokasinya pun mempertimbangkan kawasan permukiman Tionghoa di Jakarta dengan agar membangun kedekatan secara fisik.

Ruang utama Masjid Lautze berada di lantai dasar dan dua dengan kapasitas 200 orang. Kantor Yayasan Haji Karim OEI menempati lantai tiga bangunan ini. Sedangkan lantai empat digunakan sebagai ruang serba guna yang digunakan untuk berbagai pertemuan.

Masjid Kedua Dibangun di Bandung

Masjid Lautze 2
Image credit: instagram.com/masjidlautze2

Pada tahun 1997, Masjid Lautze kedua didirikan di Kota Bandung, tepatnya di Jalan Tamblong No. 27. Masjid ini pun menjadi masjid pertama yang didirikan oleh kelompok masyarakat Tionghoa di Bandung. Pendiri masjid ini merupakan seorang Muslim keturunan Tionghoa bernama H. Ali Karim.

Sama seperti yang berada di Jakarta, Masjid Lautze 2 pun menjadi wadah informasi ajaran Islam bagi warga Tionghoa. Masjid ini juga terbuka bagi siapa pun yang ingin mempelajari Islam. Bangunan Masjid Lautze 2 pun dibuat dengan gaya arsitektur Tionghoa dengan dominasi warna kuning dan merah. Tak ketinggalan lampion-lampion merah turut menghiasi bagian luar masjid.

Baca juga 4 Bangunan Bersejarah yang Hits di Sawahlunto

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.