Seni

Cerita di Balik 5 Patung Ikonik di Jakarta

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika mengitari sejumlah ruas jalan di Jakarta, tentu kita akan menemukan patung-patung yang ditempatkan di ruang publik. Tidak seperti patung yang ditampilkan di dalam galeri seni, patung yang berada di jalanan Jakarta memiliki ukuran yang fantastis. Material yang digunakan pun harus tahan terhadap perubahan cuaca dan berbagai kemungkinan yang terjadi di ruang terbuka.

Dari sekian banyak patung yang berada di ruang publik Jakarta, berikut ini terangkum 5 kisah patung ikonik yang mungkin belum kamu ketahui.

Patung Jenderal Sudirman

Patung Jenderal Sudirman
Image credit: Charles (flickr.com)

Di kawasan Dukuh Atas Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Gedung BNI, terdapat patung perunggu yang menggambarkan sosok Jenderal Sudirman yang sedang menghormat. Patung ini menjadi bentuk penghargaan terhadap jasa dan pengabdian Jenderal Sudirman sebagai pemimpin pasukan gerilya dalam perang kemerdekaan pada tahun 1945-1949.

Rancangan patung ini dikerjakan oleh seniman asal Bandung, Sunaryo. Patung Jenderal Sudirman ini diresmikan pada 16 Agustus 2003 oleh Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Dalam peresmiannya pun turut hadir salah satu anggota keluarga Jenderal Sudirman, Hanung Faini.

Patung Pahlawan (Tugu Tani)

Patung Tugu Tani di Jakarta
Image credit: Harsha Aulia (flickr.com)

Tak jauh dari Stasiun Gambir, terdapat sebuah patung perunggu dengan sosok perempuan berkebaya lengkap dengan sanggul dan laki-laki dengan topi caping membawa senjata laras panjang. Di bagian pedestal patung tersebut terdapat tulisan “Hanya Bangsa yang Dapat Menghargai Pahlawan-pahlawannya yang Dapat Menjadi Bangsa Besar.”

Patung Pahlawan, atau yang lebih dikenal dengan Tugu Tani, tersebut merupakan karya pematung Rusia, yakni Matvey Manizer dan Ossip Manizer. Mereka membuat patung ini setelah perjalanan mengunjungi Indonesia di tahun 1960. Dalam perjalanannya, mereka mendapatkan cerita tentang seorang anak yang akan pergi berperang membela negaranya. Patung ini kemudian dibuat sebagai hadiah dari pemerintah Uni Soviet sebagai kenang-kenangan.

Patung Dirgantara (Tugu Pancoran)

Patung Dirgantara di Jakarta
Image credit: Bebed Gräfe (flickr.com)

Dengan gestur khasnya, Patung Dirgantara menjadi salah satu patung di ruang publik Jakarta yang ikonik. Berada di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, pembuatan Patung Dirgantara digagas oleh Presiden Soekarno. Tujuan pembuatan patung ini sebagai icon dunia penerbangan Indonesia.

Patung Dirgantara merupakan karya Edhi Sunarso yang dikerjakan sekitar tahun 1964 di Yogyakarta. Tinggi patung ini mencapai 11 meter dengan berat 11 ton. Pengerjaan patung ini selesai dilakukan pada tahun 1966, meski sempat terhambat ketika peristiwa Gerakan 30 September PKI di tahun 1965.

Monumen Selamat Datang

Monumen Selamat Datang
Image credit: Yusuf KS’ Photography (flickr.com)

Jika kita melewati kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, tentu akan menemukan sebuah monumen dengan sepasang patung figur manusia di atasnya. Gestur patung tersebut tampak berbahagia dengan tangan yang melambai ke udara. Seolah sedang menyambut siapa pun yang datang dari arah Monumen Nasional.

Seperti halnya Patung Dirgantara, patung di Monumen Selamat Datang pun merupakan gagasan dari Presiden Soekarno untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan. Untuk patung ini, pengerjaan rancangannya diserahkan kepada Henk Ngantung, dan pelaksana pembuatannya dikerjakan oleh tim pematung Keluarga Arca yang dipimpin oleh Edhi Sunarso. Pengerjaan patung ini membutuhkan waktu sekitar satu tahun dan selesai pada tahun 1962.

Monumen Pembebasan Irian Barat

Monumen Pembebasan Irian Barat
Image credit: madefrombali (flickr.com)

Setelah direvitalisasi pada tahun 2018, Lapangan Banteng Jakarta dibuka kembali dengan tampilan yang berbeda. Di taman ini terdapat sebuah monumen setinggi 36 meter dengan patung sesosok laki-laki yang berdiri tegak. Patung ini menggambarkan ekspresi kebebasan dengan rantai yang terputus di kakinya.

Patung tersebut merupakan rancangan Henk Ngantung pada tahun 1962 untuk memperingati Pembebasan Irian Barat dari kuasa Belanda. Sama seperti Patung Dirgantara dan Monumen Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat pun dikerjakan oleh tim pematung Keluarga Arca yang dipimpin oleh Edhi Sunarso.

Baca juga Traveling Menjelajahi Street Art di 5 Kota Ini

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.