Seni dan Budaya Sumatera

4 Fakta Unik Tentang Arsitektur Rumah Gadang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Jika mendengar kata “rumah gadang”, kita pasti langsung membayangkan sebuah rumah tradisional megah dengan atap membesar ke atas. Bangunan ini merupakan rumah tradisional masyarakat Minangkabau yang masih banyak kita jumpai di sejumlah daerah di Sumatra Barat. Meski bentuknya sudah tak asing lagi, tapi ada beberapa fakta unik yang jarang diketahui oleh banyak orang. 4 di antara fakta uniknya dirangkum dalam ulasan berikut ini.

Tahan Gempa

Rumah Gadang Minangkabau
Image credit: Jose Hamra (flickr.com)

Biasanya bangunan memiliki fondasi yang ditanam ke dalam tanah, namun rumah gadang memiliki fondasi tiang-tiang kayu yang dibangun di atas tanah dengan bongkahan batu datar. Berat rumah ini akan membuat tiang-tiang tersebut menekan batu dengan kuat. Bentuknya yang menyerupai trapesium terbalik pun akan menambah tekanan ke bawah lebih banyak. Jika terjadi gempa bumi, tiang kayu akan mengalami pergeseran sedikit.

Tidak Menggunakan Paku

Seperti hampir semua rumah tradisional lainnya, rumah gadang dibuat tanpa menggunakan paku. Masyarakat tradisional tidak memproduksi paku dalam proses pembangunan bangunannya. Untuk menyambungkan seluruh material bangunan, rumah gadang menggunakan metode kuncian kayu. Kuncian yang dibuat antar sambungan pun tidak dibuat terlalu ketat, hal tersebut menghindari keretakan pada kayu apabila terjadi gempa bumi. Karena jika kayu retak atau patah, rumah akan ambruk.

Atapnya Dapat Membelokan Angin

Atap merupakan bagian yang paling khas dari rumah gadang. Bentuknya melengkung lebar ke atas dan memiliki bagian-bagian yang meruncing. Bentuk atap seperti itu akan menyeimbangkan bagian tubuh bangunan. Atap rumah gadang dilapisi ijuk yang disusun dan menciptakan pori-pori yang akan mengalirkan angin ke bagian sela-sela ijuk. Angin yang bertiup ke rumah gadang, akan dibelokkan ke atas mengikuti bentuk atap, dan sebagian masuk ke dalam bagian pori-pori atap. Hal tersebut akan membuat rumah ini tahan terhadap hembusan angin yang kencang.

Menginspirasi Arsitektur The House of the Five Senses

Efteling
Image credit: David M. (flickr.com)

Sebuah bangunan bernama The House of the Five Senses memiliki gaya arsitektur yang terinspirasi dari bentuk rumah gadang. Bangunan tersebut merupakan pintu masuk utama Taman Hiburan Efteling yang berada di Belanda. Bangunan yang memiliki luas atap 4500 meter persegi dan tinggi 52 meter ini, dirancang oleh arsitek bernama Ton van de Ven. Guinness Book of Records mencatat bangunan ini sebagai bangunan beratap jerami terbesar di dunia.

Baca juga artikel menarik lainnya 

Ngarai Sianok, Wisata Bukittinggi yang Memesona

Museum Adityawarman, Wisata Sejarah Sumatera Barat

5 Fakta Tongkonan, Rumah Adat Toraja yang Sarat Makna

4 Kuliner Asli Indonesia ini Sudah Hampir Punah!

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.