Destinasi Inspirasi Jawa Kuliner

3 Jenis Proses Pengolahan Kopi di Desa Wisata Edukasi Kopi Cupunagara, Subang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Siapa yang tak kenal dengan kopi? Kuliner yang satu ini memang primadona bagi para backpacker ketika sedang traveling. Selain itu, kopi juga sudah menjadi bagian dari minuman keseharian masyarakat Indonesia. Beragam jenis kopi telah banyak diproduksi dan diolah di Indonesia, salah satunya di Kopi Canggah yang berlokasi di Desa Wisata Edukasi Kopi Cupunagara. Jika kamu traveling ke daerah Subang, Jawa Barat, ada salah satu tempat pengolahan kopi yang terletak di Desa Cupunagara ini. Di sini kamu bisa melihat proses pengolahan kopi yang diambil dari Pegunungan Bukanagara Cisalak.

Kopi Canggah ini merupakan tempat pengolahan kopi yang diproduksi oleh BUMDes Mukti Raharja, Desa Cupunegara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Sebuah komunitas bernama Kelompok Tani Harapan Jaya yang terdiri atas para petani dan pengolah kopi ini, dibina oleh Dinas Pertanian Bidang Perkebunan Subang. Kopi-kopi yang diolah merupakan hasil panen dari pohon-pohon kopi yang tumbuh di sekitar kaki Gunung Canggah.  Gunung tersebut merupakan gunung tertinggi di Pegunungan Bukanagara Cisalak. Jenis kopi yang ditumbuhkan di area tersebut merupakan varietas arabika.

Kopi yang telah dipanen dari kebun, kemudian dibawa ke Desa Wisata Edukasi Kopi Cupunagara, dan diproses di Kopi Canggah. Ada 3 proses pengolahan kopi yang dilakukan di Kopi Canggah, yakni full wash, natural, dan honey. Ada pula berbagai varian roasting biji kopi, mulai dari light, medium, hingga dark. Perbedaan proses tersebut yang membuat karakteristik rasa Kopi Canggah yang khas.

Rak Biji-biji Kopi

Proses Full Wash

Proses pengolahan kopi full wash dilakukan setelah biji-biji kopi masuk ke dalam proses penjemuran. Biji-biji kopi yang telah dikupas, terlebih dahulu dicuci bersih. Proses ini sangat tergantung dengan kondisi lingkungannya. Karakter yang dihasilkan dari kopi yang melalui proses pengolahan full wash adalah rasanya yang lebih asam dan ringan. Melalui proses ini pun, biji kopi dapat menjadi lebih bersih.

Proses Natural

Dalam proses natural, kulit-kulit kopi tidak dikupas ketika masuk ke dalam proses penjemuran. Biji-biji kopi dikeringkan bersamaan dengan kulit merahnya, hal ini dapat menciptakan rasa kopi dengan tingkat keasaman yang rendah. Uniknya, kopi yang diolah melalui proses natural dapat menghasilkan rasa kopi yang terasa seperti kacang.

Proses Honey

Kulit biji kopi yang diolah melalui proses honey, terlebih dahulu perlu dikupas. Setelah kulitnya dikupas, biji kopi harus langsung dijemur. Karakteristik kopi yang diolah melalui proses ini dapat menghasilkan rasa manis yang lebih menonjol dan tingkat keasaman kopinya pun cenderung rendah.

Untuk kamu pecinta kuliner dan backpacker sejati, tidak ada salahnya untuk mampir langsung ke Desa Wisata Edukasi Kopi Cupunagara untuk merasakan langsung Kopi Canggah. Kamu pun dapat berkeliling menyaksikan proses pengolahan kopi, dan dapat membeli biji-biji kopinya langsung di sini.

Audya
Author

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.